Cukai Rokok Bakal Naik, Bagaimana Dampaknya terhadap Inflasi?

Kompas.com - 01/10/2019, 19:00 WIB
Ilustrasi rokok. SHUTTERSTOCKIlustrasi rokok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah secara resmi bakal menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen dan harga eceran rokok sebesar 35 persen tahun depan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan, BPS telah mengkaji berbagai kemungkinan terkait dampak kenaikan tarif cukai dan harga rokok eceran terhadap inflasi. Namun demikian, dia belum bisa menjabarkan mengenai besaran dampak tersebut secara pasti.

Namun demikian, dirinya memastikan jika harga rokok naik tahun depan, maka sudah bisa dipastikan bakal menyumbang terhadap besaran tingkat inflasi.

"BPS sudah melakukan beberapa exercise tapi angkanya belum bisa kita kasih, karena banyak asumsi. Kalau harga rokoknya naik pasti dia akan sumbang inflasi," ujar dia ketika memberikan penjelasan kepada awak media di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Baca juga: Cukai Rokok Naik, Penerimaan Cukai Dipatok Rp 180,5 Triliun di 2020

Lebih lanjut dia menjelaskan, secara historis rokok hampir setiap bulan terus menyumbang terhadap inflasi.

Suhariyanto mencontohkan bulan ini saja, pada kelompok makanan jadi dan rokok serta produk tembakau lainnya, rokok kretek filter memberi sumbangan terhadap inflasi sebesar 0,01 persen. Adapun di kelompok tersebut kenaikan harga atau inflasi tercatat sebesar 0,28 persen.

Suhariyanto menjelaskan, dampak kenaikan harga rokok terhadap inflasi akan bergantung pada pola penerapan kenaikan harga rokok tersebut. Jika tarif eceran rokok dinaikkan sebesar 35 persen secara seketika, maka dampanya terhadap inflasi cukup besar.

Namun, jika kenaikannya merambat secara perlahan maka dampaknya akan kecil.

"Kalau dia nyebar dari bulan ke bulan naiknya halus, maka dampaknya kecil. Pasti ada dampaknya tapi nanti saya sampaikan 1 Februari (pengumuman inflasi Januari 2020)," ujar Suhariyanto.

Baca juga: Cukai Rokok Naik, Menaker Minta Tak Ada PHK

Untuk diketahui, kenaikan cukai rokok yang sebesar 23 persen dan kenaikan harga jual eceran sebesar 35 persen mulai berlaku 1 Januari 2020, yang selanjutnya akan ditetapkan dalam peraturan menteri keuangan (PMK).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X