Asosiasi: 3 Pabrik Alas Kaki Hengkang dari Banten karena Kenaikan Upah

Kompas.com - 17/11/2019, 17:00 WIB
Ilustrasi pabrik sepatu SHUTTERSTOCKIlustrasi pabrik sepatu

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyebutkan kenaikan upah, khususnya upah minimum kota/kabupaten (UMK) mempengaruhi kinerja industri persepatuan Indonesia.

Eddy Widjanarko, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengaku, terdapat tiga pabrik persepatuan yang akan pindah dari Banten ke Jawa Tengah. Meski begitu, ia enggan menyebutkan siapa saja pabrik yang hengkang tersebut.

Yang jelas, relokasi pabrik itu dilakukan karena naiknya UMP dan/atau UMK.

"Pabrik yang pindah adalah pabrik-pabrik yang tujuannya ekspor," kata Eddy kepada Kontan.co.id, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: UMP Naik Tahun Depan, Waspadai Belanja Berlebihan!

Lebih lanjut, Eddy mengklaim kenaikan upah yang terus menerus ini mengakibatkan ekspor sepatu menurun. Ia mengatakan tahun lalu ekspor sepatu mencapai 5 miliar dollar AS.

"Kita ada penurunan ekspor dibanding tahun lalu kurang lebih sekitar 10 persen," ujar dia.

Eddy menyatakan, relokasi ini tidak perlu dipermasalahkan karena relokasi yang terjadi masih di wilayah Indonesia. Selain itu, ia mengklaim relokasi ini juga berdampak pada pemerataan pembangunan.

"Karena biasanya setiap ada pabrik sepatu kehidupan ekonomi berkembang," ucap dia.

Baca juga: UMP 34 Provinsi Naik 8,51 Persen Tahun 2020, Berikut Daftar Lengkapnya

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X