Mendag: Ekspor ke China Tak Terhambat Virus Corona

Kompas.com - 11/03/2020, 20:35 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memberi sambutan saat peluncuran Kopi Jenderal milik Budi Waseso di Lobi Kantor Pusat Perum BULOG, Setiabudi, Jakarat Selatan, Rabu (19/2/2020). Peluncuran ini bermula ketika ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang saat itu sering menangani kasus ganja di Aceh, dan berinisiatif untuk mengajak para petani ganja Aceh beralih menanam kopi. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOMenteri Perdagangan Agus Suparmanto memberi sambutan saat peluncuran Kopi Jenderal milik Budi Waseso di Lobi Kantor Pusat Perum BULOG, Setiabudi, Jakarat Selatan, Rabu (19/2/2020). Peluncuran ini bermula ketika ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang saat itu sering menangani kasus ganja di Aceh, dan berinisiatif untuk mengajak para petani ganja Aceh beralih menanam kopi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, kegiatan ekspor Indonesia ke China tidak ada kendala, meski virus corona merebak dengan pesat ke sejumlah negara.

Namun, impor dari China ke Indonesia justru melambat.

"Ekspor enggak ada (pengaruh), hanya memang logistik ini agak lebih lambat dari yang biasanya," ujarnya ditemui dalam rakor kebijakan stimulus dampak Covid-19 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Baca juga: Dampak Virus Corona, Ekspor China Anjlok 17,2 Persen

Agus menyatakan, aktivitas ekonomi di China mulai pulih secara perlahan. Dengan demikian, ia pun berharap kegiatan ekspor dan impor dapat kembali berjalan normal.

"Di Tiongkok ini sudah membaik, artinya kegiatan sudah mulai aktif dan itu beberapa waktu ke depan akan lebih positif karena penanganan corona sudah lebih baik dari sebelumnya," katanya.

Namun, dia tidak dapat memastikan kapan aktivitas tersebut kembali lancar seperti semula.

"Kalau masalah normal, virus ini hilang kan kita enggak tahu, enggak ada yang bisa prediksi, mudah-mudahan sih cepat hilang," harap Agus.

Baca juga: Sri Mulyani: Kualitas Ekspor RI Tak Berubah dalam 20 Tahun...

Merebaknya virus corona yang berasal dari Wuhan, China kini telah meluas hingga ke 77 negara, termasuk negara-negara ASEAN.

Hal tersebut menyebabkan gangguan pada ekonomi China yang berdampak terhadap rantai pasokan global.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, selama virus corona belum ditemukan pencegahnya, Indonesia sulit mengekspor maupun impor.

"Belum lagi, kegiatan ekspor impor kita sudah mulai menurun. Kalau ini berkelanjutan juga akan mengkhawatirkan. Apalagi kita dengar terakhir ada juga flu burung terjangkit lagi. Ini tidak pernah menyangka seperti itu situasinya. Apalagi WHO sudah menyatakan ini virus yang berdampak secara global," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X