Paket Stimulus Trump "Digagalkan" Senat, Wall Street Kembali Anjlok

Kompas.com - 24/03/2020, 07:40 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange

NEW YORK, KOMPAS.com - Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street kembali tenggelam di zona negatif pada perdagangan Senin (24/3/2020) waktu setempat.

Hal tersebut disebabkan paket stimulus yang diajukan Presiden AS Donald Trump yang akan ditelurkan oleh pembuat kebijakan gagal disetujui oleh senat setempat.

Proses negosiasi sedang berjalan, namun investor menilai semakin lama pemerintah harus menunggu proses persetujuan senat, semakin besar dampak virus corona (covid-19) terhadap perekonomian.

Baca juga: The Fed Bikin Dollar AS Melemah, Harga Emas Dunia Melambung 5,9 Persen

Dikutip dari CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 582,05 poin atau 3,1 persen pada penutupan perdagangan menjadi 18.591,93 level terendah Dow Jones sejak November 2016.

Adapun indeks S&P 500 terkoreksi 2,9 persen menjadi 2.237,4 poin dan indeks Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,3 persen menjadi 6.860,67 poin lantaran investor mulai kembali masuk ke saham-saham perusahaan teknologi.

Untuk keduanya kalinya dalam kurang dari 24 jam, rancangan undang-undang yang bakal memberikan pemerintah otoritas untuk menggelontorkan stimulus fiskal untuk mendorong perekonomian gagal melalui rintangan prosedural pertama di tataran senat.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin sebelumnya sempat mengatakan saat ini untuk di tataran kongres, pemerintah telah mendekati kata sepakat dan aturan tersebut harus bisa direalisasikan Senin (24/3/2020).

"Kami menggunakan sebagian dana yang kami miliki, tetapi kami membutuhkan Kongres untuk menyetujui dana tambahan hari ini sehingga kami dapat bergerak maju dan mendukung pekerja Amerika dan ekonomi Amerika," kata Mnuchin.

Baca juga: Wall Street Kembali Merosot dan Menghapus Trump-Bump

Adapun Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, D-NY, mengatakan Senin sore setelah kegagalan kedua bahwa ia dan Mnuchin akan bertemu lagi untuk mencoba dan membuat kesepakatan.

Kegagalan di Senat AS cukup untuk menekan Wall Street sekali lagi bahkan setelah Federal Reserve mengumumkan program pembelian surat berharga atau aset terbuka.

Adapun Bank sentral mengatakan, jumlah pembelian surat berharga yang dilakukan oleh The Fed akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar untuk mendukung berjalannya mekanisme pasar serta transmisi kebijakan moneter yang efektif di dalam pasar keuangan yang lebih luas.

"Sementara tindakan Fed merupakan bantuan besar, satu-satunya cara pasar akan menemukan peningkatan berkelanjutan adalah ketika ekonomi dibiarkan hidup kembali, atau setidaknya ada jalan nyata di tempat bagaimana hal itu akan terjadi ,” Kata Paul Hickey dari Bespoke Investment Group, dalam sebuah catatan.

Selain itu, investor pun menilai serangkaian tweet Presiden Trump meresahkan investor lantaran kemungkinan Trump bakal mendorong kembali para pekerja yang sedang dirumahkan sebelum pandemik virus corona berhasil ditangani oleh pemerintah.

WallStreet pun telah meminta bantuan ekonomi fiskal karena jumlah kasus virus corona terus melonjak. Jumlah kasus global yang dikonfirmasi melampaui 350.000 dengan total kasus kematian saat ini lebih dari 15.000, menurut data dari Johns Hopkins University. Sementara di Amerika Serikat, lebih dari 35.000 kasus kini telah dikonfirmasi.

Baca juga: Trump Turun Tangan, Harga Minyak Dunia Meroket 24 Persen



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X