Erick Thohir: Jumlah Pasien di Wisma Atlet Sudah 102 Orang

Kompas.com - 24/03/2020, 11:40 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APetugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pasien yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran terus bertambah sejak pertama kali dibuka pada Senin (23/3/2020) sore kemarin.

“Tadi pagi saya mendapat laporan langsung dari tim yang ada di Wisma Atlet, jumlah pasien sudah 102,” ujar Erick dalam video conference dengan wartawan pada Selasa (24/3/2020).

Erick mengaku hingga Senin malam kemarin dirinya terus memantau kondisi di Wisma Atlet Kemayoran.

Baca juga: Erick Thohir Galang Bantuan dari Pengusaha untuk Tangani Corona

Dia sempat risau begitu mendengar kabar bahwa pasien yang datang ke lokasi tersebut jumlahnya terus bertambah.

“Karena terus terang sampai tadi malam saya terus memantau wisma atlet, karena saya juga cukup risau ketika jumlah pasiennya dari awalnya 21 saat ini menjadi 102,” kata Erick.

Erick menjelaskan, alih fungsi Wisma Atlet Kemayoran untuk penanganan pasien virus corona merupakan langkah alternatif yang diambil pemerintah. Sebab, saat ini jumlah pasien corona terus bertambah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“keberadaan Wisma Atlet sendiri kan ini bukan berarti gaya-gayaan, tetapi ini salah satu terobosan yang dilakukan oleh bapak presiden (Jokowi) untuk memastikan ketika ada kesulitan di lapangan, di mana banyak rumah sakit yang sudah penuh, maka ada alternatif lain,” ucap dia.

Baca juga: Erick Thohir: Stok Obat Corona Bisa untuk 60.000 Pasien

Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menjelaskan keberadaan rumah sakit darurat Covid-19 ini bertujuan menambah fasilitas ruang isolasi bagi para pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit (RS).

“Oleh karena itu sudah barang tentu kita hanya akan merawat kasus-kasus positif yang hanya dibuktikan dengan pemeriksaan molekuler (PCR)," paparnya.

Dia pun menegaskan, pasien yang akan ditangani di sana adalah pasien yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dengan berbagai pertimbangan medis.

"Pasien yang perlu kita masukkan ke RS dengan catatan memang tak mungkin melaksanakan isolasi di rumah dengan berbagai pertimbangan aspek medis. Di sinilah kemudian terapi akan kita berikan dengan obat," tambah Yuri. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.