Ada 9 Negara Eropa yang Berencana Terbitkan Obligasi Corona, Apa Itu?

Kompas.com - 26/03/2020, 14:37 WIB
Seorang pria dan wanita berjalan memakai masker di depan gerai ZARA di Corso Buenos Aires, sebuah jalan yang berisi banyak toko-toko ternama di Milan, Italia. Foto diambil pada 10 Maret 2020. Mourad Balti Touati/EPA-EFESeorang pria dan wanita berjalan memakai masker di depan gerai ZARA di Corso Buenos Aires, sebuah jalan yang berisi banyak toko-toko ternama di Milan, Italia. Foto diambil pada 10 Maret 2020.

LONDON, KOMPAS.com - Penyebaran virus corona di kawasan Eropa kian mengkhawatirkan, sehingga pemerintah negara-negara di sana harus memikirkan cara baru untuk memitigasi dampaknya ke perekonomian.

Dilansir dari CNBC, Kamis (26/3/2020), sebanyak sembilan negara di Eropa mendorong negara-negara lainnya yang tergabung dalam Uni Eropa untuk menerbitkan Corona Bonds atau Obligasi Corona.

Ini adalah instrumen utang baru yang dapat memadukan sekuritas dari negara-negara yang berbeda.

Baca juga: Lawan Corona, Bank Sentral Eropa Gelontorkan Rp 12.315 Triliun

Obligasi ini menjadi isu kontroversial yang menimbulkan anggapan berbeda-beda di antara 27 negara Uni Eropa.

Pejabat-pejabat konservatif di Jerman, Belanda, dan Austria seringkali khawatir dengan langkah penerbitan obligasi bersama dengan negara-negara yang lebih berisiko seperti Italia, Yunani, dan Portugal.

Meskipun demikian, faktanya kini Eropa sedang dalam krisis, setelah mengalami peningkatan tajam kasus positif virus corona. Beberapa negara pun melakukan lockdown.

Hingga Rabu (25/3/2020) pagi waktu setempat, sudah lebih dari 182.000 kasus virus corona dikonfirmasi di kawasan Eropa.

"Kita perlu mengenali tingkat keparahan situasi dan perlunya tindakan lebih lanjut untuk menopang perekonomian kita hari ini," kata kepala negara Italia, Prancis, Belgia, Yunani, Portugal, Spanyol, Irlandia, Slovenia, dan Luxembourg, dalam pernyataan bersama.

Baca juga: Akibat Corona, Pendapatan Perusahaan AS dan Eropa di China Diprediksi Anjlok hingga 50 Persen

Virus corona telah membuat negara-negara ekonomi utama Uni Eropa terhenti, lantaran warga harus berdiam di rumah.

Restoran, bioskop, dan toko ritel lainnya tutup, dan maskapai penerbangan tak bisa mengangkut penumpang. Korban tewas di seluruh Eropa terus meningkat, dengan Italia mencatatkan angka kematian lebih tinggi dibandingkan China.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X