Pemerintah Jelaskan Asal Bantuan APD untuk Jateng Bukan dari China

Kompas.com - 30/03/2020, 13:05 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memastikan distribusi bantuan coverall di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (24/3/2020). KOMPAS.com/pemprov jatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memastikan distribusi bantuan coverall di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (24/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kemenko Kemaritiman dan Investasi memberikan penjelasan terkait bantuan alat pelindung diri (APD) untuk Provinsi Jawa Tengah (Jateng). 

Hal ini sekaligus mengklarifikasi kabar yang beredar bahwa bantuan APD tersebut berasal dari China.

Juru bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, bantuan yang sempat ditunjukan Gubernur Jawa Timur Ganjar Pranowo ke publik itu bukan bantuan yang dikoordinasikan oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Baca juga: Soal Wacana Lockdown, Ini Kata Asosiasi Pedagang Beras

Ia mengatakan, APB tersebut merupakan APD yang diproduksi di Karawang Jawa Barat oleh perusahaan asal Korea. Rencananya produk APD tersebut akan diekspor ke Korea namun dibatalkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

"Dan setahu saya yang dimaksud Pak Ganjar itu APD yang bahan bakunya dari Korea diproduksi pabrik Korea di Karawang dan memang untuk ekspor, yang akhirnya dinegosiasikan dan berhasil dipertahankan untuk di Indonesia. Tapi terkait ini tolong pastikan ke BNPB ya," kata Jodi kepada Kompas.com, Senin (30/3/2020.

Jodi juga mengatakan, tulisan dari pembungkus APD untuk Jateng adalah bahasa Korea, bukan bahasa China.

Baca juga: Di Rumah Saja, Ini 7 Rekomendasi Serial TV untuk Entrepreneur

Meskipun itu buatan Indonesia, Jodi tidak mempermasalahkan. Justru membuat Indonesia harus bangga karena buatan dalam negeri dimanfaatkan oleh negara lain. Indonesia menurut dia, memang merupakan pengekspor APD.

"Dan lagian wajar saja kalau produksi Indonesia, memang kita kan bagian dari global supply chain. Produk kita sudah diekspor ke negara lain itu bagus," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Jorry S. Koloay membenarkan bahwa APD untuk tenaga medis yang disalurkan ke Jawa Tengah bukan bantuan dari China.

TNI adalah pihak yang mendistribusikan APD ke Jateng.

Baca juga: John Riady: Di Masa Penuh Ketidakpastian Ini, Kami Buat Sejumlah Keputusan

"Yang kami serahkan ke Pemprov Jateng sejumlah 10.000 item pada tanggal 23 Maret menggunakan pesawat C130 TNI AU. APD ini adalah kualitas ekspor buatan Korea Selatan yang lisensi pabriknya ada di Jawa Barat," katanya kepada Kompas.com.

APD tersebut awalnya, lanjut Jorry, hendak diekspor ke Korea Selatan. Namun karena kebutuhan APD di Indonesia sangat diperlukan, ekspor tersebut dibatalkan.

Sementara, bantuan APD dari China sebanyak 40 ton masih belum disalurkan hingga kini.

"Seyogianya barang akan diekspor ke Korsel digunakan untuk kebutuhan dalam negeri atas permintaan Pemerintah RI," kata dia.

Baca juga: Fakta-fakta Pelonggaran Kredit, Tidak untuk Semua hingga Mulai Hari Ini

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X