Pemerintah Jelaskan Asal Bantuan APD untuk Jateng Bukan dari China

Kompas.com - 30/03/2020, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kemenko Kemaritiman dan Investasi memberikan penjelasan terkait bantuan alat pelindung diri (APD) untuk Provinsi Jawa Tengah (Jateng). 

Hal ini sekaligus mengklarifikasi kabar yang beredar bahwa bantuan APD tersebut berasal dari China.

Juru bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, bantuan yang sempat ditunjukan Gubernur Jawa Timur Ganjar Pranowo ke publik itu bukan bantuan yang dikoordinasikan oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Baca juga: Soal Wacana Lockdown, Ini Kata Asosiasi Pedagang Beras

Ia mengatakan, APB tersebut merupakan APD yang diproduksi di Karawang Jawa Barat oleh perusahaan asal Korea. Rencananya produk APD tersebut akan diekspor ke Korea namun dibatalkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

"Dan setahu saya yang dimaksud Pak Ganjar itu APD yang bahan bakunya dari Korea diproduksi pabrik Korea di Karawang dan memang untuk ekspor, yang akhirnya dinegosiasikan dan berhasil dipertahankan untuk di Indonesia. Tapi terkait ini tolong pastikan ke BNPB ya," kata Jodi kepada Kompas.com, Senin (30/3/2020.

Jodi juga mengatakan, tulisan dari pembungkus APD untuk Jateng adalah bahasa Korea, bukan bahasa China.

Baca juga: Di Rumah Saja, Ini 7 Rekomendasi Serial TV untuk Entrepreneur

Meskipun itu buatan Indonesia, Jodi tidak mempermasalahkan. Justru membuat Indonesia harus bangga karena buatan dalam negeri dimanfaatkan oleh negara lain. Indonesia menurut dia, memang merupakan pengekspor APD.

"Dan lagian wajar saja kalau produksi Indonesia, memang kita kan bagian dari global supply chain. Produk kita sudah diekspor ke negara lain itu bagus," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Jorry S. Koloay membenarkan bahwa APD untuk tenaga medis yang disalurkan ke Jawa Tengah bukan bantuan dari China.

TNI adalah pihak yang mendistribusikan APD ke Jateng.

Baca juga: John Riady: Di Masa Penuh Ketidakpastian Ini, Kami Buat Sejumlah Keputusan

"Yang kami serahkan ke Pemprov Jateng sejumlah 10.000 item pada tanggal 23 Maret menggunakan pesawat C130 TNI AU. APD ini adalah kualitas ekspor buatan Korea Selatan yang lisensi pabriknya ada di Jawa Barat," katanya kepada Kompas.com.

APD tersebut awalnya, lanjut Jorry, hendak diekspor ke Korea Selatan. Namun karena kebutuhan APD di Indonesia sangat diperlukan, ekspor tersebut dibatalkan.

Sementara, bantuan APD dari China sebanyak 40 ton masih belum disalurkan hingga kini.

"Seyogianya barang akan diekspor ke Korsel digunakan untuk kebutuhan dalam negeri atas permintaan Pemerintah RI," kata dia.

Baca juga: Fakta-fakta Pelonggaran Kredit, Tidak untuk Semua hingga Mulai Hari Ini

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terbesar Sepanjang Sejarah, Korban KSP Indosurya 23.000 Orang dengan Kerugian Rp 106 Triliun

Terbesar Sepanjang Sejarah, Korban KSP Indosurya 23.000 Orang dengan Kerugian Rp 106 Triliun

Whats New
Tingkatkan Kapasitas Terminal Penumpang di Bandara Kualanamu, PT Angkasa Pura II Gencarkan Program ICA

Tingkatkan Kapasitas Terminal Penumpang di Bandara Kualanamu, PT Angkasa Pura II Gencarkan Program ICA

Rilis
Kemenkes Rilis Portal Update Data Nakes secara Mandiri, Klik nakes.kemkes.go.id

Kemenkes Rilis Portal Update Data Nakes secara Mandiri, Klik nakes.kemkes.go.id

Whats New
Stafsus Erick Thohir: PMN Rp 41,3 Triliun Bukan untuk Perusahaan Rugi

Stafsus Erick Thohir: PMN Rp 41,3 Triliun Bukan untuk Perusahaan Rugi

Whats New
Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Ciawi Rampung Akhir 2022

Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Ciawi Rampung Akhir 2022

Whats New
Sistem 'Pay Later' Berkembang Pesat, Literasi Keuangan Harus Ditingkatkan

Sistem "Pay Later" Berkembang Pesat, Literasi Keuangan Harus Ditingkatkan

Whats New
Konversi Kompor Elpiji ke Listrik Batal, Bagaimana Nasib Warga yang Sudah Terima Produk Uji Coba?

Konversi Kompor Elpiji ke Listrik Batal, Bagaimana Nasib Warga yang Sudah Terima Produk Uji Coba?

Whats New
Pemerintah Kaji Kenaikan Harga Rumah Subsidi

Pemerintah Kaji Kenaikan Harga Rumah Subsidi

Whats New
Ekonomi Membaik dan Ada Intervensi BI, Rupiah Diprediksi Segera Menguat

Ekonomi Membaik dan Ada Intervensi BI, Rupiah Diprediksi Segera Menguat

Whats New
Ini Syarat Bagi PNS Ingin Ajukan Cuti di Luar Tanggungan Negara

Ini Syarat Bagi PNS Ingin Ajukan Cuti di Luar Tanggungan Negara

Whats New
OJK Tetapkan Bunga Maksimum Pinjaman Konsumtif 'Fintech Lending' 0,4 Persen Per Hari untuk Tenor Pendek

OJK Tetapkan Bunga Maksimum Pinjaman Konsumtif "Fintech Lending" 0,4 Persen Per Hari untuk Tenor Pendek

Whats New
Biaya Admin BCA Xpresi, Setoran Awal, Bunga, dan Syarat Buka Rekening

Biaya Admin BCA Xpresi, Setoran Awal, Bunga, dan Syarat Buka Rekening

Spend Smart
Hong Kong Tarik Peredaran Mie Sedaap, Wings Group Indonesia: Tidak Ada Penggunaan Etilen Oksida

Hong Kong Tarik Peredaran Mie Sedaap, Wings Group Indonesia: Tidak Ada Penggunaan Etilen Oksida

Whats New
Diprediksi Masih Belum Akan Stabil, Simak Harga Pangan Hari Ini

Diprediksi Masih Belum Akan Stabil, Simak Harga Pangan Hari Ini

Whats New
Bantah Mie Sedaap Tak Aman, Wings Group: Belasan Tahun Dikonsumsi di Lebih dari 30 Negara

Bantah Mie Sedaap Tak Aman, Wings Group: Belasan Tahun Dikonsumsi di Lebih dari 30 Negara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.