Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Wacana Lockdown, Ini Kata Asosiasi Pedagang Beras

Kompas.com - 30/03/2020, 12:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran virus corona di Indonesia, terutama di DKI Jakarta, membuat sejumlah pihak menyarankan pemerintah melakukan lockdown atau karantina total.

Ada pula kota yang sudah menerapkan karantina wilayah.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Umum Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras) Billy Haryanto mengatakan, apabila pemerintah terpaksa melakukan karantina, sebaiknya yang dilakukan adalah karantina wilayah, bukan lockdown.

Baca juga: Mentan Nyatakan Stok Beras pada Masa Penanganan Covid-19 Aman

Sebab, dengan karantina wilayah, distribusi logistik seperti beras masih bisa berjalan.

"Sebaiknya karantina wilayah saja, karena distribusi beras masih bisa berjalan. Kalau lockdown, masyarakat tidak bisa kemana-mana dan di rumah saja," kata Billy dalam keterangannya, Senin (30/3/2020).

Menurut dia, karantina wilayah hanya membatasi pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, dan tidak membatasi pergerakan distribusi barang.

"Jadi di perbatasan wilayah nantinya para sopir truk yang membawa beras tinggal menunjukan kartu pas," terang Billy.

Keberlangsungan pedagang beras, imbuh Billy, menjadi penting di situasi seperti sekrang ini. Karena peredaran beras di Jabodetabek 98 persen dipegang swasta. Selain itu, banyak pekerja informal yang menggantungkan hidupnya dari distribusi beras.

Baca juga: Apa Cukup Beras Bulog Jika Terjadi Lockdown?

"Kecuali Bulog (pemerintah) yang pegang mau di-lockdown juga tidak masalah. Harus diingat, perhatikan kuli di pasar Cipinang rata-rata dari luar Jakarta, Serang dan Karawang," tuturnya.

Berbeda apabila pemerintah memberlakukan lockdown, pengusaha beras di daerah tidak akan mengirimkan berasnya ke Jakarta. Sebab, mereka khawatir beras tidak akan masuk karena pemberlakukan karantina total.

Menurut Billy distribusi beras menjadi sangat penting, karena di pasar induk beras Cipinang, ketersediaan beras hanya cukup untuk 25 hari ke depan.

"Stok beras di pasar induk Cipinang cukup untuk 25 hari," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+