Singapura Pusing Tampung Tenaga Kerja Asing Selama Corona

Kompas.com - 14/04/2020, 09:31 WIB
Terlihat warga yang membeli pulang makan siangnya di Tiong Bahru Market, Kamis (09/04/2020). Mulai kemarin Selasa, pemerintah Singapura melarang warga menyantap makanannya di tempat misal di food court, hawker, dan restoran. Warga harus membungkus pulang makanan yang dibeli untuk disantap di rumah masing-masing. KOMPAS.com/ERICSSENTerlihat warga yang membeli pulang makan siangnya di Tiong Bahru Market, Kamis (09/04/2020). Mulai kemarin Selasa, pemerintah Singapura melarang warga menyantap makanannya di tempat misal di food court, hawker, dan restoran. Warga harus membungkus pulang makanan yang dibeli untuk disantap di rumah masing-masing.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Singapura dipusingkan dengan penanganan ratusan ribu tenaga kerja asing atau TKA di negaranya selama pemberlakuan pembatasan aktivitas guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Dilansir dari SCMP, Senin (14/4/2020), tempat-tempat penampungan yang digunakan sebagai isolasi bagi para TKA yang bekerja di Singapura sudah sangat penuh sesak.

Kementerian Kesehatan Singapura teranyar mengumumkan lonjakan kasus positif corona baru sebanyak 386 pasien, di mana sebanyak 280 kasus berasal dari pekerja asing.

Jika ditotal, sudah 2.918 TKA di negara itu yang terinfeksi Covid-19. Dengan persentase 40 persen merupakan pekerja asing. Mereka kebanyakan berasal dari China, Bangladesh, dan India.

Baca juga: Investasi di Startup Jeblok, Softbank Telan Kerugian Rp 197 Triliun

Kebanyakan pekerja migran di penampungan milik pemerintah Singapura itu merupakan pemegang izin kerja dengan upah rendah yang banyak bekerja di sektor konstruksi. Pemerintah sudah mengkarantina hampir 200.000 pekerja asing di 43 komplek asrama yang tersebar di negara pulau itu.

Semua penghuni asrama dilarang meninggalkan gedung, sementara kebutuhan akomodasi dipenuhi oleh pemerintah. Bahkan ada setidaknya 8 asrama yang peraturannya lebih ketat, di mana penghuni dilarang keluar dari kamarnya saat pembatasan.

Dalam upaya terbaru, ribuan TKA ini akan dipindahkan ke lokasi karantina terapung dari asrama. Selain itu, banyak gedung-gedung flat kosong hingga barak militer juga dimanfaatkan untuk menampung mereka.

 

"Pemerintah fokus pada penduduk Singapura sendiri, sementara untuk para pekerja asing penanganannya diserahkan kepada pihak ketiga dan pengelola asrama. Ini tidak cukup, pihak ketiga dan pemilik asrama tidak akan sanggup mengatasi masalah ini," ujar Jeremy Lim, Ketua Komite Pelayanan HealthServe, organisasi nirlaba yang menangani pekerja asing di Singapura.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Kemenhub Soal Ojol Boleh Bawa Penumpang

Kondisi para TKA di asrama-asrama penampungan jadi perdebatan di negara itu. Kementerian Tenaga Kerja Singapura dikritik karena kondisi penampungan yang jauh dari layak, seperti tempat yang kotor dan aturan yang memaksa penghuninya dilarang meninggalkan ruangan sepanjang hari.

Sebagian pekerja asing itu juga terpaksa memasak makanan sendiri karena enggan memakan makakan yang disediakan pemerintah. Sebuah laporan mengungkapkan, kalau anggaran makanan mereka hanya 140 dollar Singapura untuk setiap bulannya.

Selain masalah kondisi asrama dan makanan yang dinilai tak layak, para pekerja asing ini juga menghadapi ancaman PHK, upah yang tidak terbayar, dan kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat wabah virus corona.

"Ketika jarak sosial sangat dekat di kamar asrama dengan penghuni mencapai 12-20 orang per kamar, itu akan meningkatkan risiko orang yang sehat tertular temannya yang sakit," menurut pernyataan organisasi advokasi pekerja migran lokal TWC2.

Baca juga: Yustinus Prastowo Diangkat Jadi Staf Khusus Sri Mulyani



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X