Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Tengah Covid-19, Gaji CEO Fore Coffee Sama dengan Gaji Baristanya

Kompas.com - 16/04/2020, 12:13 WIB
Elsa Catriana,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai perusahaan makanan dan minuman menerapkan berbagai kebijakan dan strategi untuk tetap bertahan di tengah krisis pagebluk virus corona atau Covid-19.

Sebab, akibat virus ini transaksi jual-beli mengalami penurunan yang drastis yang tentunya sangat berpengaruh dengan omzet.

CEO Fore Coffee Elisa Suteja, mengatakan sebagai salah satu langkah untuk bertahan di tengah pagebluk ini, ia mengambil gajinya setara dengan gaji para barista Fore Coffee.

Baca juga: Tokopedia Pastikan Tidak Lakukan PHK dan Pemotongan Gaji Karyawan

"Sebagai komitmen untuk menghadapi dan melewati krisis ini bersama-sama saya mengambil gaji yang sama dengan gaji para barista kami," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/4/2020).

Elisa mengakui saat ini transaksi penjualan Fore Coffee menurun secara signifikan, sama seperti industri makanan dan minuman lainnya yang juga mengalami hal yang sama.

Akan tetapi, ia enggan menyebut secara rinci terkait nominal penurunan transaksi penjualan.

Oleh sebab itu, lanjut Elisa, Fore Coffee mencoba untuk mengambil langkah baru dengan menghadirkan menu baru yang dapat menunjang kebugaran tubuh para konsumen yaitu minuman tradisional Wedang Uwuh dan Temulawak Rempah.

"Respon dari konsumen cukup baik karena memang mereka membutuhkan minuman herbal tradisional agar tetap fit," kata Elisa.

Baca juga: Fore Coffee Genjot Penjualan Lewat Aplikasi dan Gandeng Airy

Selain itu, dalam waktu dekat ini Fore Coffee juga akan menghadirkan Aren Latte dan Wedang Uwuh yang dimasukkan ke dalam 1 liter botol.

"Ada juga sachet drip dengan teknologi packaging yang memungkinkan customer untuk mendapatkan experience fresh brew tanpa mesin atau alat," kata dia.

Tidak hanya itu, guna mendukung pemerintah dalam mengurangi dampak penyebaran Covid-19, karyawan kantor pusat Fore Coffee sudah bekerja dari rumah.

Sementara untuk para barista diwajibkan menggunakan makser, mencuci tangan dengan benar, menggunakan sarung tangan dan area servis selalu dibersihkan setelah menyelesaikan orderan.

"Bahkan kursi-kursi di toko sudah kami angkat untuk mendukung agar konsumen membeli secara take away atau delivery saja, kami juga telah membuat garis antri untuk memastikan konsumen kami menerapkan physical distancing," jelasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rupiah 'Ambles', Pemerintah Sebut Masih Lebih Baik dari Ringgit dan Yuan

Rupiah "Ambles", Pemerintah Sebut Masih Lebih Baik dari Ringgit dan Yuan

Whats New
Perkuat Struktur Pendanaan, KB Bank Terima Fasilitas Pinjaman 300 Juta Dollar AS Dari Korea Development Bank

Perkuat Struktur Pendanaan, KB Bank Terima Fasilitas Pinjaman 300 Juta Dollar AS Dari Korea Development Bank

BrandzView
Menko Airlangga Sebut Indonesia Belum Selesai Hadapi 'Global Shock'

Menko Airlangga Sebut Indonesia Belum Selesai Hadapi "Global Shock"

Whats New
Sanksi Menanti Perusahaan yang Tak Bayar THR Karyawan

Sanksi Menanti Perusahaan yang Tak Bayar THR Karyawan

Whats New
Relaksasi WFH untuk ASN Dinilai Tak Pengaruhi Arus Balik Lebaran

Relaksasi WFH untuk ASN Dinilai Tak Pengaruhi Arus Balik Lebaran

Whats New
Kemenaker Terima 1.475 Aduan Masalah THR, Paling Banyak terkait THR Tidak Dibayar

Kemenaker Terima 1.475 Aduan Masalah THR, Paling Banyak terkait THR Tidak Dibayar

Whats New
Menteri PUPR: Pemindahan ASN ke IKN Setelah Upacara 17 Agustus

Menteri PUPR: Pemindahan ASN ke IKN Setelah Upacara 17 Agustus

Whats New
IHSG Ambles, BEI: Tensi Geopolitik Pengaruhi Pergerakan Indeks

IHSG Ambles, BEI: Tensi Geopolitik Pengaruhi Pergerakan Indeks

Whats New
Ekonomi Indonesia Dinilai Cukup Kuat Redam Dampak Potensi Konflik Pascaserangan Iran

Ekonomi Indonesia Dinilai Cukup Kuat Redam Dampak Potensi Konflik Pascaserangan Iran

Whats New
Simak, Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Simak, Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 16 April 2024

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 16 April 2024

Spend Smart
'Skenario' Konflik Iran dan Israel yang Bakal Pengaruhi Harga Minyak Dunia

"Skenario" Konflik Iran dan Israel yang Bakal Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Whats New
Ekonomi China Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal I-2024

Ekonomi China Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal I-2024

Whats New
Resmi Melantai di BEI, Saham MHKI Ambles 9,3 Persen

Resmi Melantai di BEI, Saham MHKI Ambles 9,3 Persen

Whats New
Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com