Menaker Izinkan Pekerja Migran Pulang ke Indonesia, Ini Syaratnya

Kompas.com - 18/04/2020, 12:22 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah PMI yang baru tiba di Stadion Watubelah yang dijadikan kantor Covid-19 Center Kabupaten Cirebon, Jumat (10/4/2020). Sebanyak 734 Pekerja Migran Indonesia sudah pulang ke Cirebon. Mayoritasnya PMI berasal dari negara Saudi Arabia dan Taiwan. MUHAMAD SYAHRI ROMDHONPetugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah PMI yang baru tiba di Stadion Watubelah yang dijadikan kantor Covid-19 Center Kabupaten Cirebon, Jumat (10/4/2020). Sebanyak 734 Pekerja Migran Indonesia sudah pulang ke Cirebon. Mayoritasnya PMI berasal dari negara Saudi Arabia dan Taiwan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja ( Menaker) Ida Fauziyah mengimbau kepada pekerja migran Indonesia (PMI) agar tidak melakukan perjalanan pulang ke Tanah Air selama pagebluk virus corona (Covid-19).

Namun, menurut Ida ada sejumlah pengecualian, yakni ketika pekerja migran tersebut sudah tidak diperpanjang kontrak kerjanya atau masa berlaku visa negara tempat dia bekerja telah habis.

"Kita mengimbau untuk tidak mengambil cuti, kecuali yang memang kontraknya habis, tidak diperpanjang visanya maka otomatis terpaksa pulang. Itu pun harus mengikuti protokol kesehatan," kata Ida kepada Kompas.com, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19, Kemnaker Pulangkan 433 Calon Pekerja Migran ke Kampung Halaman

Protokol kesehatan yang dimaksud adalah para pekerja imigran harus mengisolasi mandiri selama 14 hari semenjak datang dan menuju ke kota kelahiran.

Terkait kedatangan para pekerja migran, lanjut Ida, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tiap daerah untuk diawasi dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

Disebutkan, total 32.000 pekerja imigran yang ada di Indonesia maupun masih bekerja di negara luar.

Kekhawatiran Menaker adalah ketika memasuki bulan Ramadan, para pekerja imigran Indonesia tersebut memutuskan untuk cuti dan mudik.

Baca juga: Pekerja Migran Pulang dari Negara Terdampak Covid-19 , Ini yang Dilakukan BP2MI

"Bagi pekerja imigran yang terlanjur stay di luar negeri, kita mengimbau agar tidak menggunakan cuti untuk pulang pada bulan Ramadan maupun Lebaran. Biasanya anak-anak ini pulang pada saat mengambil cuti bulan Ramadan atau Lebaran," jelas Ida.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memulangkan 433 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang gagal bekerja di luar negeri ke kampung halamannya.

Kebijakan ini terkait dengan pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan 209 negara, termasuk di negara penempatan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X