Ada Barang Impor, Harga Gula dan Bawang Putih Diharapkan Segera Turun

Kompas.com - 21/04/2020, 18:31 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rapat koordinasi Komite Pembiayaan UMKM lewat video conference, Rabu (8/4/2020) Dok. Humas Kemenko PerekonomianMenko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rapat koordinasi Komite Pembiayaan UMKM lewat video conference, Rabu (8/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga gula dan bawang putih di pasar menjelang puasa masih mahal.

Sebelumnya pemerintah mendorong impor untuk menambah pasokan sehingga harga turun. Namun, hingga saat ini harga masih tinggi.

"April ini harapannya dari gula rafinasi untuk operasi di dalam negeri," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Luhut Ibaratkan Keputusan Larangan Mudik Seperti Operasi Militer

Pemerintah mengalihkan gula rafinasi untuk sektor produksi agar dapat digunakan di pasar konsumsi. Hal itu membutuhkan sejumlah proses sehingga membutuhkan waktu.

Sementara gula yang diimpor diperkirakan akan masuk pada awal Mei 2020. Begitu pula dengan bawang putih yang sebelumnya telah mendapatkan izin impor.

"Bawang putih barangnya akan masuk dan diharapkan harga nanti bisa turun ke bawah," terang Airlangga.

Airlangga menyampaikan harga pangan tak mengalami banyak perubahan. Sejumlah komoditas masih menunjukkan harga yang tinggi.

Baca juga: Akses Jalan Tol Bakal Dibatasi, Ini yang Dilakukan Jasa Marga

Seperti gula yang mencapai Rp 18.400 per kilogram (kg) di pasar meski pun di ritel modern dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kg. Sementara itu minyak goreng dalam kemasan Rp 14.000 per kg.

Harga daging sapi mengalami penurunan Rp 117.800 per kg. Namun, cabai rawit masih tinggi Rp 32.600 per kg, cabai merah Rp 31.200 per kg, bawang merah Rp 43.750 per kg, dan bawang putih Rp 41.500 per kg.

"Tingkat inflasi disumbang kenaikan gula 0.02 persen, telur  ayam 0,03 persen, dan bawang merah 0,01 persen," jelas Airlangga.

Meski begitu Airlangga menjamin ketersediaan pangan relatif aman ke depan. Selain itu Indonesia juga akan memastikan cadangan pangan ke depan. (Abdul Basith | Handoyo)

Baca juga: Larangan Mudik Berlaku mulai 24 April 2020

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Gula dan bawang putih masih mahal, barang impor masih belum masuk pasar

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X