Imbas Corona, Ini Proyek-proyek Infrastruktur yang Ditunda Pemerintah

Kompas.com - 22/04/2020, 06:01 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam Konsultasi Regional (Konreg) PUPR 2020 di Manado, Senin (2/3/2020). Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam Konsultasi Regional (Konreg) PUPR 2020 di Manado, Senin (2/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur tahun 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penundaan tersebut sejalan dengan realokasi anggaran yang dilakukan Kementerian PUPR untuk menangani penyebaran virus corona (Covid-19).

Basuki menjelaskan, dari total anggaran 2020 sebesar Rp 120 triliun, Kementerian PUPR melakukan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 44,58 triliun.

"Dengan demikian pagu anggaran dari semula Rp 120 triliun, sekarang yang harus kita belanjakan Rp 75,63 triliun," ujarnya dalam rapat kerja virtual Komisi V DPR RI, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Fakta-fakta Larangan Mudik, Diterapkan 24 April hingga Tak Boleh Keluar Zona Merah

Lebih lanjut, Basuki menyebutkan realokasi anggaran bersumber dari penundaan paket-paket kontraktual yang belum lelang dan pelaksanaannya secara teknis dapat ditunda pada tahun depan.

Selanjutnya, rekomposisi alokasi anggaran 2020 pada paket kegiatan tahun jamak sehingga pelaksanaannya lebih diperpanjang, dan mengubah paket tahun tunggal pada 2020 menjadi paket tahun jamak.

Adapun paket kontraktual yang ditunda pelaksanaanya adalah rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Baro Raya di Kabupaten Pidie, penggantian jembatan Sp. Cokroaminoto - Sp. Tohpati di Denpasar, dan penataan kawasan waterfront Kota Pariaman di Sumatera Barat.

"Ini bukan dibatalkan tapi ditunda dan pelaksanaannya secara teknis dapat ditunda ke tahun depan," kata Basuki.

Baca juga: Perjalanan Karier Belva Devara, CEO Ruangguru yang Mundur dari Stafsus Presiden

Beberapa proyek yang akan ditunda penyelesaiannya tahun ini adalah pembangunan Bendungan Way Sekampung di Lampung, Bendungan Jragung di Jawa Tengah, Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur, Pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan di Jawa Barat, Penbangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal di Jawa Tengah, dan optimalisasi jaringan pipa air limbah kota di Medan Sumatera Utara.

Basuki menambahkan, pihaknya juga merubah paket-paket proyek single years tahun 2020 menjadi paket tahun jamak.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Usul Hapus Kemendag dan Kemenperin untuk Berantas Mafia Impor

"Yang harusnya tahun 2020 kita jadikan tahun 2021 seperti Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Ciujung di Banten, Pengembangan PLBN Long Nawan di Kaltara," ucap Basuki.

Selain itu, Kementerian PUPR juga melakukan penghematan alokasi perjalanan dinas dan paket meeting sebesar 50 persen dari sisa anggaran yang belum terserap pada 2020.

Baca juga: Luhut Soal Larangan Mudik: Sudah Cukup Kita Ambil Risiko



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X