Kapan Ekonomi RI Pulih dari Dampak Covid-19? Ini Kata Faisal Basri

Kompas.com - 24/04/2020, 18:35 WIB
Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Faisal Basri di Kantor Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Jakarta, Jumat (17/3/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOEkonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Faisal Basri di Kantor Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Jakarta, Jumat (17/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior dari Universitas Indonesia Faisal Basri memperkirakan kondisi perekonomian Indonesia akan sulit pulih akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Hal ini kata Faisal lantaran pemerintah menangani penyebaran Covid-19 secara tidak sigap dan serius. Ia menilai India dan Iran lebih serius dalam penanganan pandemi corona.

Bahkan menurut Faisal, status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang baru diterapkan sejumlah daerah termasuk DKI Jakarta 10 April lalu terkesan lamban.

Baca juga: Tutup Tol Layang Japek, Jasa Marga: Taati Larangan Mudik

"Jadi, secanggih-canggihnya penanganan ekonomi itu akan sia-sia dengan cara menangani pandemi ini secara amatiran seperti sekarang. PSBB baru diizinkan, indikatornya itu karena korban yang meninggal. Kalau korban meninggalnya sedikit, tidak ada diberlakukan PSBB," katanya dalam talkshow virtual, Jumat (24/4/2020).

Ia mengatakan, sektor riil pasti akan terdampak lebih dahulu akibat pandemi corona. Namun, Faisal menyoroti justru aturan yang keluar yakni terkait stabilitas sistem keuangan.

Aturan tersebut yakni Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. 

Baca juga: Mulai Besok, Garuda Setop Penerbangan dari Wilayah PSBB

Faisal juga menilai komandan yang memimpin penanganan pandemi Covid-19 tidak jelas.

"Penanganan pandeminya enggak jelas siapa yang jadi komandan? Luhut Pandjaitan atau Ketua Satgas atau siapa?," kata dia.

Faisal mengatakan, pemerintah tak punya kemampuan yang besar untuk menahan laju anjloknya ekonomi. Meskipun ada stimulus fiskal untuk penanganan pandemi Covid-19.

Meski begitu, Faisal memperkirakan ekonomi Indonesia dan negara lain akan mulai pulih secara bertahap mulai 2021. Namun pemulihan itu ucapnya tidak akan secepat yang diperkirakan IMF.

"Saya melihat prediksi IMF itu konservatif dan dunia akan lebih buruk dari yang dibayangkan IMF. Pada 2021, tidak akan secepat itu recovery-nya," ujarnya.

Baca juga: Larangan Mudik, Pesawat Komersil Masih Bisa Angkut Penumpang di Luar Wilayah PSBB



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X