Dampak Virus Corona, British Airways Berencana Pangkas 12.000 Pegawai

Kompas.com - 29/04/2020, 17:42 WIB
Ilustrasi British Airways. SHUTTERSTOCKIlustrasi British Airways.

LONDON, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan British Airways membuka peluang untuk memangkas 12.000 pegawai, lantaran terpukulnya bisnis akibat pagebluk virus corona.

Adapun saat ini British Airways memiliki 42.000 orang pegawai.

Dilansir dari BBC, Rabu (29/4/2020), IAG selaku induk perusahaan British Airways menyatakan perlu menerapkan program restrukturisasi sampai permintaan transportasi udara kembali ke level pada tahun 2019 lalu.

Baca juga: Covid-19, Larangan Terbang, dan Bangkrutnya Maskapai Penerbangan

Sementara itu, serikat pilot British Airways, Balpa mengaku kecewa dengan kabar tersebut dan bakal menolak setiap pemangkasan pegawai yang dilakukan maskapai itu.

Selain mengoperasikan British Airways, IAG juga merupakan pemilik maskapai Spanyol Iberia dan Aer Lingus Irlandia.

"Proposal masih dalam tahap konsultasi, namun kemungkinan akan berdampak pada sebagian besar pegawai British Airways dan akan berujung pada pemangkasan (jumlah pegawai) hingga 12.000 orang," ujar IAG dalam pernyataannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

IAG menyatakan, butuh beberapa tahun sampai industri penerbangan kembali ke level sebelum virus corona mewabah. Hal tersebut juga diungkapkan maskapa-maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, 6 Maskapai Ini Sulap Pesawatnya Jadi Angkutan Kargo

CEO British Airways Alex Cruz dalam suratnya kepada para pegawai menyatakan, dalam beberapa pekan terakhir, outlook industri penerbangan semakin memburuk.

"Kita harus bertindak sekarang. Bisnis kita kuat, dikelola dengan baik, dan telah menghadapi berbagai krisis dalam 100 tahun sejarah kita," ujar Cruz.

"Kita juga harus menghadapi krisis ini sendiri. Tidak ada bantuan dari pemerintah untuk BA dan kita tidak bisa mengharapkan masyarakat untuk mengimbangi gaji. Kita akan melihat beberapa maskapai gulung tikar," imbuhnya.

Saat ini, sekitar 4.500 pilot dan 16.000 awak kabin British Airways sudah dirumahkan sementara. Secara keseluruhan, sebanyak 23.000 pegawai maskapai tersebut telah dirumahkan. 

Adapun sekretaris jenderal Balpa Brian Sutton menyatakan, keputusan pemangkasan pegawai yang dilakukan British Airways datang secara tiba-tiba.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Komentar Analis soal IPO Bukalapak

Ini Komentar Analis soal IPO Bukalapak

Whats New
Naik Rp 2.000, Simak Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 2.000, Simak Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
BPK Minta BP Jamsostek Lepas Saham-saham Ini

BPK Minta BP Jamsostek Lepas Saham-saham Ini

Whats New
Bagaimana Cara Cek Tagihan Listrik PLN?

Bagaimana Cara Cek Tagihan Listrik PLN?

Work Smart
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Ini Penjelasan Kemenkop UKM Terkait Temuan BPK Terkait BPUM yang Tak Tepat Sasaran

Ini Penjelasan Kemenkop UKM Terkait Temuan BPK Terkait BPUM yang Tak Tepat Sasaran

Rilis
BRI Agro Buka Banyak Lowongan untuk S1, Ini Posisi dan Cara Mendaftarnya

BRI Agro Buka Banyak Lowongan untuk S1, Ini Posisi dan Cara Mendaftarnya

Work Smart
Ingin Kerja di Lembaga Internasional? UNDP Buka Lowongan untuk Lulusan S1 dan S2 Indonesia

Ingin Kerja di Lembaga Internasional? UNDP Buka Lowongan untuk Lulusan S1 dan S2 Indonesia

Work Smart
[POPULER MONEY] Garuda Tak Boleh Terbang ke Hong Kong | Kompensasi Rp 7,3 Triliun untuk Korban Boeing 737 MAX

[POPULER MONEY] Garuda Tak Boleh Terbang ke Hong Kong | Kompensasi Rp 7,3 Triliun untuk Korban Boeing 737 MAX

Whats New
Ini Insentif Pajak yang Diperpanjang Sri Mulyani hingga Akhir Tahun

Ini Insentif Pajak yang Diperpanjang Sri Mulyani hingga Akhir Tahun

Whats New
Penyaluran Kredit Perbankan hingga Mei 2021 Masih Terkontraksi

Penyaluran Kredit Perbankan hingga Mei 2021 Masih Terkontraksi

Whats New
Gandeng Swasta, Kemenhub Mulai Pengembangan Pelabuhan di Gorontalo Tahun Ini

Gandeng Swasta, Kemenhub Mulai Pengembangan Pelabuhan di Gorontalo Tahun Ini

Whats New
Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X