Kompas.com - 30/04/2020, 23:02 WIB
Wisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESWisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana tugas Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Farah Indriani mengatakan, daerah luar Jawa seperti Maluku Utara kini menjadi daya tarik bagi investor asing pada periode triwulan 2020.

Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan realisasi investasi asing di Provinsi Maluku Utara. Pada periode triwulan I-2020, Penanaman Modal Asing (PMA) Maluku Utara menempati peringkat ke-3 setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat, dengan nilai mencapai 0,77 miliar dollar AS.

“Data ini menunjukkan bahwa investor asing sudah mulai melirik daerah di luar Jawa, di mana banyak potensi investasi yang masih bisa dikembangkan dan tentunya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Maluku Utara ini bisa menjadi primadona baru di wilayah Indonesia Timur,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (30/4/2020).

Baca juga: Jubir Menko Maritim: Tak Ada Kepentingan Pribadi Pak Luhut Soal 500 TKA China

Padahal pada 2017 lalu, realisasi investasi PMA di Maluku Utara hanya 0,2 miliar dollar AS dan berada pada peringkat 22 dibandingkan provinsi lainnya. Kemudian tahun 2018 realisasi investasinya meningkat menjadi 0,36 miliar dollar AS dan naik ke peringkat 18.

Di tahun 2019, terjadi lonjakan tajam realisasi investasi di Maluku Utara dengan nilai 1,0 miliar dollar AS yang menjadikannya berada di peringkat ke-8.

Sedangkan peringkat ke-4 dan ke-5 adalah Kepulauan Riau dengan total PMA sebesar 0,40 miliar dollar AS dan Sulawesi Tenggara sebesar 0,38 miliar dollar AS.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data dari Pusat Koordinasi dan Pengawalan Investasi (Pusat KOPI), realisasi investasi PMA di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2019 lalu. didominasi oleh sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya senilai 754,07 juta dollar AS.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Masih Rendah, Saatnya Harga BBM Diturunkan?

Pertambangan sebesar 100,87 juta dollar AS, Listrik, Gas, dan Air sebesar 76,62 juta dollar AS, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran 67,98 juta dollar AS, serta konstruksi 6,33 juta dollar AS.

Investasi di Indonesia saat ini tidak hanya terfokus di Pulau Jawa saja, akan tetapi juga terdistribusi ke luar Jawa. Hal tersebut terlihat dari 19 persen kenaikan porsi realisasi investasi di luar Jawa di triwulan I-2020.

Pada periode yang sama tahun 2019, realisasi investasi luar Jawa sebesar 44 persen dengan nilai Rp 85,8 triliun dan Jawa 56 persen dengan nilai Rp 109,3 triliun. Realisasi investasi luar Jawa meningkat porsinya menjadi 48,6 persen sebesar Rp 102,4 trliiun dan Jawa 51,4 persen dengan nilai Rp 108,3 triliun.

“Melihat adanya peningkatan realisasi investasi di luar Jawa dari tahun ke tahun, kami optimis investasi dapat terdistribusi merata. Tidak hanya di pulau Jawa saja,” ujarnya.

Baca juga: Insentif Pajak Diperluas, Apa Dampaknya untuk Anda?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

Rilis
Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Spend Smart
Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Work Smart
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

Rilis
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Whats New
BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

Whats New
Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

Rilis
Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Whats New
Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Whats New
Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Whats New
Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

Rilis
Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Whats New
Total Gaji Komisaris Astra International Mencapai Rp 1,8 Miliar

Total Gaji Komisaris Astra International Mencapai Rp 1,8 Miliar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X