Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ironi Gula, Eksportir Era Hindia Belanda, Jadi Importir Usai Merdeka

Kompas.com - 25/05/2020, 13:41 WIB
Muhammad Idris

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah kelangkaan dan tingginya harga gula seolah jadi polemik yang terus terulang setiap tahun. Pemerintah sebenarnya sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gula Rp 12.500 per kg. Kenyataannya di lapangan, harganya melompat hingga Rp 17.000 per kg.

Indonesia selama ini banyak mengandalkan gula impor untuk pemenuhan konsumsi dalam negeri. Meski volume impornya naik turun, tren impor gula hampir selalu naik dari tahun ke tahun.

Tahun 2014 impor gula tercatat sebesar 2,93 juta ton, lalu pada tahun 2015 naik menjadi 3,36 juta ton. Tren kenaikan impor terus berlanjut yakni tahun 2016 impornya sebesar 4,74 juta ton, tahun 2017 sebesar 4,47 juta ton, tahun 2018 sebesar 5,02 juta ton, dan 2019 sebesar 4,09 juta ton.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mengungkapkan, kondisi pergulaan Indonesia bagai ironi. Mengingat saat masih bernama Hindia Belanda, negara ini jadi produsen sekaligus eksportir kedua terbesar di dunia setelah Kuba.

Baca juga: Harga Gula Bisa di Bawah Rp 10.000 Per Kg Tanpa Impor, asalkan...

"Masalahnya pabrik gula peninggalan Belanda ini tidak direvitalisasi sejak merdeka. Bangun pabrik baru juga sangat sedikit. Rendemen sangat rendah, karena masih pakai mesin lama. Bagaimana mungkin pabrik gula yang masih pakai ketel uap peninggalan Belanda bisa bersaing," kata Soemitro kepada Kompas.com, Senin (25/5/2020).

Sebaliknya, pabrik gula baru yang marak dibangun sejak Orde Baru malahan pabrik gula rafinasi untuk industri. Di mana hampir seluruh bahan bakunya (raw sugar) merupakan impor.

Gula yang jadi komoditas penting abad 19, membuat banyak investor dari Eropa ramai-ramai membangun pabrik gula (PG) di Hindia Belanda, khususnya di Pulau Jawa pasca-era Tanam Paksa. Setelah merdeka, Indonesia mewarisi 179 PG yang kemudian dikelola sejumlah BUMN perkebunan.

Pabrik-pabrik gula tua BUMN ini sudah banyak yang tutup lantaran terus merugi. Selain itu, banyak PG eks Belanda yang gulung tikar karena kekurangan bahan baku seiring menyusutnya lahan tebu di Jawa. 

Menurut Sumitro, dengan produksi mencapai 3 juta ton di tahun 1930 serta konsumsi gula domestik tak sebesar sekarang, Indonesia mengalahkan negara-negara produsen utama gula dunia saat itu seperti Thailand, Brasil, dan India. Namun saat ini, negara-negara tersebut telah menyalip posisi Indonesia.

Baca juga: Harga Gula Mahal, Ini Biang Keroknya Menurut KPPU

Brasil contohnya, produksi gula negara tersebut saat ini mencapai lebih dari 29 juta ton, disusul India dengan produksi 29 juta ton, China 11 juta ton, dan Thailand 5 juta ton.

Sementara Indonesia, produksi gula lokalnya malah menyusut dari 3 juta ton menjadi 2,2 juta ton, di saat bersamaan, penduduknya semakin banyak yang artinya konsumsi gulanya sudah jauh meningkat.

Bekas rumah dinas sinder atau mandor tebu bakal disulap menjadi lokasi karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP) yang bandel di kompleks bekas Pabrik Gula Sido Wurung atau lebih dikenal dengan Kedoeng Banteng, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.TribunSolo.com/Istimewa Bekas rumah dinas sinder atau mandor tebu bakal disulap menjadi lokasi karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP) yang bandel di kompleks bekas Pabrik Gula Sido Wurung atau lebih dikenal dengan Kedoeng Banteng, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Di luar kebutuhan gula rafinasi untuk industri, konsumsi gula putih di Indonesia untuk rumah tangga langsung pada tahun 2019 lalu sebesar 1,89 juta ton.

Dia mencontohkan, tingginya produktivitas gula di Thailand karena tingkat rendemen pabrik gulanya mencapai 10 persen dengan pabrik gula modern. Rendemen yang tinggi, juga membuat keuntungan yang diterima petani tebu lebih tinggi sehingga bergairah untuk menanam tebu.

Baca juga: Tekan Harga Gula, PT RNI Adakan Operasi Pasar

Sementara pabrik-pabrik gula tua peninggalan Belanda yang saat ini dikelola BUMN, rata-rata rendemennya berada di kisaran 6,5 sampai 7,5 persen. Pabrik gula dengan rendemen terbaik di Indonesia saat ini dimiliki swasta yang dioperasikan Sugar Group di Lampung.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

OJK: Kredit Macet 15 'Fintech Lending' di Atas 5 Persen

OJK: Kredit Macet 15 "Fintech Lending" di Atas 5 Persen

Whats New
Semakin Banyak Negara Adopsi ETF, Minat Aset Kripto Bakal Kembali Meningkat

Semakin Banyak Negara Adopsi ETF, Minat Aset Kripto Bakal Kembali Meningkat

Whats New
Penyeludupan Benih Lobster, Menteri KKP: Triliunan Rupiah Harta Bangsa Ini Melayang...

Penyeludupan Benih Lobster, Menteri KKP: Triliunan Rupiah Harta Bangsa Ini Melayang...

Whats New
Izin Usaha Dicabut, TaniFund Belum Punya Tim Likuidasi

Izin Usaha Dicabut, TaniFund Belum Punya Tim Likuidasi

Whats New
Perkuat Ekosistem Perhajian, BPKH Akan Bentuk 'Subholding Company' Anak Usaha

Perkuat Ekosistem Perhajian, BPKH Akan Bentuk "Subholding Company" Anak Usaha

Whats New
Jadi Salah Satu Pengawas BP Tapera, Ini yang Bakal Dilakukan OJK

Jadi Salah Satu Pengawas BP Tapera, Ini yang Bakal Dilakukan OJK

Whats New
Bidik Pendanaan Rp 1 Triliun, CIMB Niaga Finance Tawarkan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar

Bidik Pendanaan Rp 1 Triliun, CIMB Niaga Finance Tawarkan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar

Whats New
Integrasi Infrastruktur Pipa Perlancar Penyaluran Gas ke Industri dan Komersial di Jateng

Integrasi Infrastruktur Pipa Perlancar Penyaluran Gas ke Industri dan Komersial di Jateng

Whats New
Soal Komisaris Pertamina, Stafsus Erick: Jangan Curiga-curiga Dulu Lah...

Soal Komisaris Pertamina, Stafsus Erick: Jangan Curiga-curiga Dulu Lah...

Whats New
80 Juta Pekerjaan Akan Hilang Imbas AI, Kemenko Perekonomian: Pekerjaan di Sektor Administrasi Rentan

80 Juta Pekerjaan Akan Hilang Imbas AI, Kemenko Perekonomian: Pekerjaan di Sektor Administrasi Rentan

Whats New
Kecepatan Internet RI Peringkat Bawah di ASEAN, Bisa Hambat Pengembangan Ekonomi Digital

Kecepatan Internet RI Peringkat Bawah di ASEAN, Bisa Hambat Pengembangan Ekonomi Digital

Whats New
Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Stafsus Erick Thohir: Sudah Mundur dari Anggota DPR

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Stafsus Erick Thohir: Sudah Mundur dari Anggota DPR

Whats New
Lesu, Boeing Cuma Dapat Pesanan 4 Pesawat Baru pada Mei 2024

Lesu, Boeing Cuma Dapat Pesanan 4 Pesawat Baru pada Mei 2024

Whats New
Mulai Juli, Ini Perubahan Tanggal Tagihan dan Jatuh Tempo Paylater BCA

Mulai Juli, Ini Perubahan Tanggal Tagihan dan Jatuh Tempo Paylater BCA

Whats New
Kemenhub dan Kedubes AS Gelar Workshop Keamanan Kapal dan Pelabuhan

Kemenhub dan Kedubes AS Gelar Workshop Keamanan Kapal dan Pelabuhan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com