Kala Nama-nama Besar Perusahaan Teknologi Mulai Rontok Akibat Covid-19

Kompas.com - 05/06/2020, 15:17 WIB
Ilustrasi Unicorn Ilustrasi Unicorn

Beberapa di antaranya yakni Toast (50 persen), ezCater (44 persen), Eventbrite (45 persen), Opendoor (35 persen), Flywheel Sport (98 persen), Sojern (50 persen), dan Sage Therapeutics (53 persen).

Kondisi sulit ini terjadi di seluruh dunia. Stone, startup unicorn yang berbasis di Brasil telah memecat 20 persen tenaga kerjanya. Sebanyak 8 persen saham perusahaan pembayaran digital ini dimiliki Warren Buffet.

Baca juga: 4 Hal agar Bisnis Startup Tetap Eksis di Tengah Pandemi Covid-19

Di India, perusahaan-perusahaan startup raksasa kini berjuangan agar bisa tetap bertahan saat pandemi. Swiggy harus memberhentikan 1.100 orang pegawainya (14 persen), lalu Ola sebanyak 1.400 orang (35 persen).

Lalu CureFit 800 orang (16 persen), Uber India 600 orang (23 persen), Zomato 520 orang (13 persen), dan Lendingkart 500 orang (50 persen).

Startup pengiriman makanan asal India, Zomato, menyebut kebijakan lockdown membuat industri restoran lumpuh. Di sisi lain, pengiriman makanan via daring juga anjlok drastis.

"Sejumlah restoran sudah tutup permanen. Kami tahu ini hanyalah puncak gunung es. Sulit kembali ke situasi normal," kata Deepinder Goyal seperti dikutip dari Reuters.

Baca juga: Dapat Suntikan Dana 800 Juta Dollar AS, Northstar V Siap Modali Berbagai Startup

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X