Bank BUKU I, Ini Saran Bos BCA agar Bertahan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 10/06/2020, 19:31 WIB
Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja memberikan keterangan pers kepada awak media, di Menara BCA, Jakarta, Selasa (3/12/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIDirektur Utama BCA Jahja Setiaatmadja memberikan keterangan pers kepada awak media, di Menara BCA, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja memberikan beberapa saran untuk bank umum kegiatan usaha (BUKU) 1 agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Saran ini diberikan karena kelompok BUKU 1 lebih terbatas memiliki kemampuan layanan digital, yang biasanya dimanfaatkan nasabah saat berusaha menjauhi kerumunan mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Kalau seperti ATM masih bisa join dengan bank lain. Tapi (layanan) digital lainnya saya kira belum bisa join, Jadi kita bank besar pun belum bisa membantu untuk memberikan fasilitas digitalisasi bank kecil," kata Jahja dalam bincang-bincang secara daring, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: Curhat Bos BCA Belajar dari Krisis Tahun 1998...

Jahja menyarankan, bank-bank yang masuk dalam BUKU 1 hendaknya harus lebih konservatif dalam memberikan pinjaman di masa pandemi Covid-19. Bank BUKU 1 bisa mengkaji kembali melihat kecukupan modal saat restrukturisasi kredit tengah berjalan.

"Proses restrukturusasi sudah berjalan, Anda sudah bisa melihat cashflow bagaimana. Apakah cukup? Yang paling penting cukup untuk operasional," saran Jahja.

Saran lainnya, seimbangkan likuiditas dengan profit agar tak menggerogoti modal perseroan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena likuiditas bagus tapi enggak profit jadi enggak balance (seimbang). Itu harus balance," tuturnya.

Baca juga: LPS: Masyarakat Percaya Simpan Uang di Bank Aman Saat Pandemi Corona

Lebih lanjut Jahja mengungkap, kehati-hatian dalam mengambil setiap keputusan akan berpengaruh besar untuk bisa bertahan di tengah pandemi, karena tak ada kepastian kapal Covid-19 berakhir.

"Kalau ditanya kapan berakhir, 6 bulan sesudah Covid-19 betul-betul dikatakan aman, ya bisa kembali ke normal. Covid-19 terkendali, bisnis menggeliat, baru nanti setahun kemudian bisa lari kencang. Perlu recovery yang lama untuk semua bisnis dan industri," sebut Jahja.

Sebagai informasi, kelompok BUKU I merupakan bank-bank yang mempunyai modal inti di bawah Rp 1 triliun. Sementara BCA termasuk dalam kelompok BUKU 4 yakni bank-bank yang mempunyai modal inti lebih dari Rp 30 triliun.

Baca juga: Bank Bukopin: Masalah yang Dikeluhkan Nasabah Sudah Selesai



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi Pemerintah: Tak Semua Sembako dan Sekolah Kena Pajak

Klarifikasi Pemerintah: Tak Semua Sembako dan Sekolah Kena Pajak

Whats New
[POPULER MONEY] Pengumuman Rekrutmen CPNS dan PPPK | Harga Sepeda Anjlok

[POPULER MONEY] Pengumuman Rekrutmen CPNS dan PPPK | Harga Sepeda Anjlok

Whats New
Peserta yang Mundur Usai Dinyatakan Lulus CPNS dan PPPK Tak Boleh Melamar Tahun Depan

Peserta yang Mundur Usai Dinyatakan Lulus CPNS dan PPPK Tak Boleh Melamar Tahun Depan

Whats New
Tenang, Beras Rojolele hingga Pandan Wangi akan Bebas PPN

Tenang, Beras Rojolele hingga Pandan Wangi akan Bebas PPN

Whats New
Simak Batas Usia Pensiun PNS, TNI, dan Polri

Simak Batas Usia Pensiun PNS, TNI, dan Polri

Work Smart
Trik Cara Membuat CV yang Menarik di Mata HRD

Trik Cara Membuat CV yang Menarik di Mata HRD

Work Smart
Alfamart dan Indomaret Kompak Tak Jual Merchandise Euro 2020

Alfamart dan Indomaret Kompak Tak Jual Merchandise Euro 2020

Whats New
Tambah Stok Swab Antigen, Kimia Farma Diagnostika Gandeng Itama Ranoraya

Tambah Stok Swab Antigen, Kimia Farma Diagnostika Gandeng Itama Ranoraya

Whats New
Punya Aset Rp 100 Miliar, Unicorn Bisa Tercatat di Papan Utama Bursa

Punya Aset Rp 100 Miliar, Unicorn Bisa Tercatat di Papan Utama Bursa

Whats New
Sri Mulyani ke Pedagang Pasar: Barang Untuk Rakyat Nggak Dikenai Pajak...

Sri Mulyani ke Pedagang Pasar: Barang Untuk Rakyat Nggak Dikenai Pajak...

Whats New
Total Ada 707.622 Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Ini Rinciannya

Total Ada 707.622 Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Ini Rinciannya

Whats New
Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi

Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi

Whats New
4 Strategi Kemenaker Jaga Hubungan Bilateral di Tempat Pekerja Migran Bekerja

4 Strategi Kemenaker Jaga Hubungan Bilateral di Tempat Pekerja Migran Bekerja

Whats New
Sandiaga Uno Minta Perusahaan Swasta Gelar Kegiatan di Bali

Sandiaga Uno Minta Perusahaan Swasta Gelar Kegiatan di Bali

Whats New
Kembangkan Bisnis Data Center, Perusahaan Hong Kong Menjadi Pemegang Saham Mayoritas di Indonet

Kembangkan Bisnis Data Center, Perusahaan Hong Kong Menjadi Pemegang Saham Mayoritas di Indonet

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X