Sejak Awal Tahun, Asing Lepas Portofolio Rp 136,75 Triliun dari Pasar RI

Kompas.com - 12/06/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai tukar rupiah secara periodik. Indikator tersebut salah satunya adalah perkembangan nilai tukar.

BI mencatat, aliran modal asing (capital inflow), yang menjadi salah satu komponen penguatan nilai tukar terjadi aksi jual (jual neto) di pasar keuangan domestik Rp 136,75 triliun selama 2020.

"Berdasarkan data transaksi 8-11 Juni 2020, nonresiden (asing) di pasar keuangan domestik jual neto Rp 8,04 triliun. Rinciannya, jual neto di pasar SBN sebesar Rp 7,51 triliun, dan jual neto di pasar saham sebesar Rp531,66 miliar," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi, Onny Widjanarko dalam keterangannya, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat Meninjau Portofolio Investasi Anda

Sementara itu, nilai tukar pada Kamis (11/6/2020), ditutup pada level Rp 13.950 per dollar AS. Sementara pada Jumat (12/6/2020), rupiah dibuka lebih lemah pada level Rp 14.000 per dollar AS.

Indeks dollar pada Kamis terpantau melemah ke level 96,73. Indeks dollar (DXY) adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dollar AS terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

Di sisi lain, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun naik ke 7,16 persen di hari Kamis kemarin. Sedangkan imbal hasil US treasury Note tenor 10 tahun turun ke level 0,669 persen. Jumat ini, yield SBN tenor 10 tahun stabil di 7,30 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Proyek Mangkrak Dihidupkan untuk Tarik Investor Asing

Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Bank Indonesia akan mengambil langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," pungkas Onny.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X