YLKI Soal Galon Sekali Pakai: Sungguh Ironis...

Kompas.com - 17/06/2020, 10:01 WIB
Ilustrasi: Pekerja membawa galon minuman air minum dengan saling diikat di atas sepeda motor di Jalan Raden Inten, Jakarta Timur, Senin (16/1/2012). KOMPAS/AGUS SUSANTOIlustrasi: Pekerja membawa galon minuman air minum dengan saling diikat di atas sepeda motor di Jalan Raden Inten, Jakarta Timur, Senin (16/1/2012).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Greenpeace Indonesia menyesalkan penggunaan kemasan galon sekali pakai.

Staf Peneliti YLKI Nataliya Kurniati mengatakan YLKI sangat menyesalkan kehadiran Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon sekali pakai.

Ia beranggapan sampah dari galon sekali pakai akan menimbulkan timbunan sampah yang malah menambah permasalahan dalam penanganan sampah plastik di masyarakat.

Baca juga: Tips dari Direktur Telkom Agar UMKM Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

“Sungguh ironis, ketika masalah sampah plastik sedang dikendalikan justru malah ada pelaku usaha yang membuat produk yang berpotensi membuat timbunan sampah,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (16/6/2020).

Nataliya juga mengatakan bahwa sebelumnya galon itu didesain dalam ukuran besar untuk diisi ulang. Setelah airnya habis, galon ditukarkan ke agen saat membeli air galon yang baru.

Pihak agen juga akan menukarkan lagi galon yang dikembalikan konsumen ke perusahaan.

Baca juga: Sri Mulyani: Saya Berdoa Tidak Terjadi Gelombang Kedua Covid-19

“Jadi, kebiasaan yang baik untuk menggunakan galon isi ulang itu mau dirusak dengan adanya inovasi dari perusahaan yang mengeluarkan galon sekali pakai,” jelasnya.

Seharusnya, dilanjutkan Nataliya, sejalan dengan pengelolaan sampah seperti yang dimuat dalam Undang-Undang Pengelolaan Sampah, masyarakat benar-benar perlu dicerdaskan dan diajak untuk sama-sama bergerak ke arah yang positif.

Baca juga: Larangan Dicabut, Masker dan APD Kini Boleh Diekspor Lagi

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X