Relaksasi PSBB, Pengusaha Sebut Ekonomi Tak Bisa Langsung Pulih

Kompas.com - 26/06/2020, 05:18 WIB
Ketua Kadin sekaligus Ketua Satgas Omnibus Law, Rosan Roeslani usai menghadiri acara IDX Chanel di Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020) KOMPAS.com/KIKI SAFITRIKetua Kadin sekaligus Ketua Satgas Omnibus Law, Rosan Roeslani usai menghadiri acara IDX Chanel di Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diputuskan oleh pemerintah dinilai sudah tepat.

Kendati relaksasi ini dilakukan meski wabah virus corona (Covid-19) masih melanda. Namun, bagi dunia usaha momen ini akan dimanfaatkan untuk segera memulihkan perekonomian, tetapi secara perlahan.

"Ini takes time, kita enggak lari sprint tetapi maraton. jangan sampai hungry man menjadi angry man. Perut lapar ini kalau tidak ada solusi menjadi gejolak sosial," ujarnya dalam webinar virtual SMRC, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Pengusaha Terapkan 50 Persen Karyawan Bekerja Secara Bergilir

Menurutnya, mau tidak mau, dunia usaha harus hidup berdampingan dengan Covid-19. Asalkan mengikuti protokol kesehatan yang diimbau oleh pemerintah melalui surat edaran.

Walaupun demikian, perusahaan mencoba bertahan di tengah kondisi wabah covid. Dan berusaha untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.

Namun, pada bulan Mei 2020, Rosan mengakui dunia usaha semakin sulit bertahan. Oleh sebab itu, sinergi antar pemerintah dan semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk keluar dari masa perekonomian yang sulit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dirumahkan, di-PHK itu pilihan terakhir. Kita coba bertahan, kondisi makin berat. Faktor ketidakpastian tinggi. Sudah Mei menjadi puncak kekhawatiran. Saya lihatnya kolaborasi sinergi antar semua pemangku kepentingan menjadi penting agar bisa keluar dari covid dengan baik," katanya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Whats New
Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Whats New
Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Rilis
Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Rilis
Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.