Menko Airlangga: 10 Juta Orang Butuh Lapangan Pekerjaan

Kompas.com - 26/06/2020, 18:39 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan telak terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut terefleksikan dengan terus bertambahnya jumlah pengangguran selama pandemi berlangsung.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, selama pandemi Covid-19 berlangsung terdapat 3 juta orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sementara itu, total jumlah pengangguran sejak tahun lalu mencapai 7 juta orang. Maka, total terdapat 10 juta orang yang membutuhkan lapangan kerja.

"Indonesia sendiri selama pandemi yang tercatat di Kemenaker 1,8 juta terverikasi, yang belum terverikasi 1,2 juta dan ini menambah tingkat pengangguran tahun lalu yang besarnya sekitar 7 juta. Sehingga tentu akibat ini ada 10 juta orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan," kata Airlangga dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Disebut Gaji Karyawannya Kecil, Ini Penjelasan Manajemen Aice

Menurutnya, peningkatan signifikan jumlah pengangguran juga terjadi di berbagai negara. Hal tersebut diakibatkan kebijakan lockdown yang diterapkan guna meredam penyebaran Covid-19.

"Kalau kita lihat secara global berbagai negara memang tingkat penganggurannya masuk ke 9,9 persen. Kita lihat mulai dari Eropa, Jerman, Italia, Amerika, seluruhnya posisinya walaupun tahun 2021 belum habis tetapi sudah mendekati data di tahun kemarin," tutur Airlangga.

Oleh karenanya, pria yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian itu menilai perlu adanya keseimbangan antara pencegahan penyebaran Covid-19 dan perbaikan perekonomian nasional.

"Ini yang disadari seluruh negara bahwa lockdown menigkatkan pengangguran dan peningkatan kemiskinan. Ini harus dikurangi atau dihentikan, tentu kita menghentikan penyakit tapi dilain pihak menghentikan PHK," ucapnya.

Baca juga: Luhut Akui Hanya Orang Kaya dan Perusahaan Besar yang Gerakkan Ekonomi, padahal...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X