Larangan Pemakaian Plastik Resmi Diterapkan, APPBI: Kami Siap Beri Teguran

Kompas.com - 01/07/2020, 20:08 WIB
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta Ellen Hidayah di Hotel Santika, Jakarta, Selasa (29/5/2017). Arimbi RamadhianiKetua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta Ellen Hidayah di Hotel Santika, Jakarta, Selasa (29/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS com-  Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyambut baik penerapan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di Jakarta, yang berlaku mulai hari ini.

Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, pihaknya siap untuk terus memberikan pengawasan terhadap para tenant dan memberikan teguran jika ada pelaku usaha yang masih melanggar.

"Kami selaku asosiasi menyambut baik adanya rencana Pemrov yang tujuannya untuk mengurangi timbunan sampah dari kantong plastik yang sulit terurai. Kami juga turut memberikan pengawasan terhadap para tenant dan memberikan teguran bilamana diperlukan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Larangan Penggunaan Kantong Plastik, Ini Komentar Asosiasi Pengusaha

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang larangan pemakaian kantong plastik ini kepada para tenant dan retailer. Sehingga merekamenyediakan kantong belanja yang bisa dipakai berulang, serta menggunakan berbagai media promosi atau sosial media yang dimiliki pusat belanja untuk mengingatkan aturan ini.

Ellen mengatakan, pada umumnya tenant di pusat belanja menengah ke atas sudah menggunakan berbagai kantong belanja, baik dari kertas maupun dari jenis tas yang bisa didaur ulang.

"Ada juga yang menggunakan kantong belanja yang berulang, jadi mereka tidak memakai tas kresek, lagi," jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun di sisi lain sebut Ellen, bagi pelaku UKM yang berada di mal, larangan ini membuat tambahan biaya. Pasalnya mereka mau tidak mau harus mengubah kantong plastik menjadi kantong ramah lingkungan.

Memang lanjut dia, dalam peraturan pasal 20 Pergub DKI Jakarta dicantumkan terkait adanya insentif fiskal bagi pelaku usaha yang berhasil meniadakan tas kresek tersebut.

"Namun belum jelas dan belum terperinci juga apa yang dimaksudkan. Oleh sebab itu, sosialisasi juga perlu dilakukan secara luas dan tepat sasaran kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: Hari Ini, Larangan Penggunaan Kantong Plastik Berlaku di Jakarta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.