Menaker soal TKA China: Karena Ada Komitmen Bakal Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal

Kompas.com - 08/07/2020, 16:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, alasan pihaknya memberikan izin kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China karena adanya jaminan perusahaan bersangkutan bakal menyerap 5.000 orang tenaga kerja lokal.

Perusahaan yang dimaksud adalah PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang terletak di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Pemerintah Konawe bekerja sama dengan Virtue Dragon akan menyerap 5.000 tenaga kerja lokal. Jadi tenaga kerja yang akan datang yang direncanakan akan masuk 500 itu, dengan bisa mengoperasikan perusahaan yang dibangun maka akan bisa menyerap 5.000 tenaga kerja lokal," katanya di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

"Ini sudah ada MoU perusahaan dengan pemerintah daerah. Diserap atau direkrut secara bertahap. Sekali lagi kenapa diizinkan, karena ada komitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal sebesar 5.000. Jadi itu yang kita berharap," lanjut Ida.

Baca juga: Bahas TKA, Menaker Temui Luhut

Dia mengatakan, saat ini banyak pekerja di Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta dirumahkan akibat dampak dari wabah virus corona (Covid-19). Maka dari itu, diharapkan dengan diizinkannya TKA asal Negeri Tirai Bambu tersebut mampu mengurangi angka pengangguran.

"Ini sekarang yang kita punya tanggungan banyak sekali teman-teman yang di-PHK dan dirumahkan, ini jadi solusi banyak tenaga kerja lokal yang diserap," ungkapnya.

Sebanyak 152 tenaga kerja asing asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (23/6/2020) malam. Mereka menumpang pesawat Lion Air yang di-carter. Dalam rombongan pekerja itu ikut serta empat orang empat tenaga medis.

Mereka merupakan rombongan pertama dari 500 TKA yang akan bekerja di Kawasan Industri Pertambangan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Menaker Tak Tepis Bakal Ada Tambahan TKA China ke Indonesia


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.