Menhub Tawarkan Proyek Transportasi Ibu Kota Baru ke ASEAN-China

Kompas.com - 16/07/2020, 19:59 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menawarkan kerja sama pengembangan transportasi dalam rangka rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Tawaran itu disampaikan Menhub saat membahas penguatan sistem transportasi dan logistik dengan para menteri di kawasan ASEAN-China secara virtual.

“Kami mengundang rekan kerja di ASEAN dan China,” ucap Menhub dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Ia melanjutkan, kolaborasi dengan negara ASEAN dan China bisa di proyek pembangunan transportasi darat, laut, dan udara serta proyek infrastruktur kereta api.

Baca juga: Di Hadapan DPR, Sri Mulyani Sampaikan PDB RI Capai Rp 15.833,9 Triliun

Adapun skema yang ditawarkan Menhub yakni skema Kemitraan Pemerintah-Swasta atau Public Private Partnership.

Selain itu, Budi menyampaikan komitmen dan tekad Indonesia untuk memastikan sistem logistik dan konektivitas transportasi khususnya di kawasan ASEAN dapat berjalan dengan baik pada masa pandemi Covid-19.

Sejumlah komitmen tersebut diantaranya, memastikan semua pelabuhan di Indonesia tetap terbuka untuk memberikan prioritas pada transportasi logistik.

Kemudian, menaruh perhatian terhadap situasi yang dihadapi oleh banyak pelaut yang terjebak di kapal-kapal di luar negeri dengan membuat Standard Operational Prochedure (SOP) tentang pemulangan (repatriasi) Pelaut Indonesia, sehingga para pelaut bisa dipulangkan dengan aman dan selamat sesuai protokol kesehatan.

“Hingga saat ini, Indonesia telah berhasil memulangkan sekitar 24.000 pelaut untuk pulang dengan selamat,” kata Budi.

Baca juga: Pembebasan Bea Masuk Impor Alkes Tinggi, Ini Rinciannya

Pemerintah Indonesia telah menetapkan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di mana pengendalian transportasi dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan untuk memfasilitasi pergerakan masyarakat agar tetap bisa produktif namun tetap aman dari Covid-19.

Hal ini dilakukan dalam rangka menggerakan kembali roda ekonomi yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Budi menjelaskan, dalam situasi pandemi Covid-19, kerja sama dan kolaborasi antar negara, termasuk kerja sama bilateral antara masing-masing negara anggota ASEAN dan China terus berjalan, salah satunya adalah proyek KA Cepat Jakarta – Bandung.

Baca juga: Kini Tak Perlu Lagi Menumpang Listrik ke Tetangga...

Selain itu, di masa pandemi Covid-19, Indonesia juga tetap melakukan upaya-upaya peningkatan konektivitas nasional.

Antara lain menyelesaikan masterplan pembangunan Bandara Internasional Baru di Bali Utara. Termasuk mencakup pengoperasian jalur bus dan kereta api untuk menghubungkan bagian utara dengan bagian selatan Bali.

Baca juga: Soal Dana Talangan, Bos Garuda: Duit Ini untuk Kehidupan Masa Depan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X