Dapat Keuntungan dari Saham Apple, CEO Tim Cook Resmi Jadi Miliarder

Kompas.com - 11/08/2020, 18:35 WIB
CEO Apple, Tim Cook, memberikan pernyataan di sidang yang digelar DPR AS, Rabu (29/7/2020). ReutersCEO Apple, Tim Cook, memberikan pernyataan di sidang yang digelar DPR AS, Rabu (29/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga saham Apple Inc. terus terkerek. Pekan lalu saham perusahaan yang didirikan Steve Jobs ini naik hampir 5 persen, membuat kapitalisasi pasar Apple kini mencapai puncaknya yakni hampir 2 triliun dollar AS atau sekitar Rp 29.000 triliun (kurs Rp 14.500 per USD).

Melansir Bloomberg, saat Jobs meninggal pada 5 Oktober 2011 lalu kapitalisasi pasar perusahaan sebesar 350 miliar dollar AS. Kini 9 tahun setelah Jobs meninggalkan Apple pada 24 Agustus 2011, CEO Tim Cook terus mendorong perusahaan ke puncaknya.

Kondisi ini tentu memberi keuntungan tersendiri bagi Cook. Kekayaan bersihnya melampaui 1 miliiar dollar AS atau sekitar Rp 14,5 triliun pada Senin (10/8/2020) kemarin, menurut perhitungan Bloomberg Billionaires Index.

Baca juga: Apple Hapus 29.800 Game Asal China, Kenapa?

Ini sekaligus membuat Cook resmi memiliki status miliarder dunia, masuk dalam klub bersama petinggi perusahaan teknologi raksasa lainnya seperti CEO Facebook Mark Zuckerberg, CEO Amazon Jeff Bezos, dan CEO Tesla Elon Musk,

Perkiraan kekayaan bersih Cook didasarkan pada analisis data regulasi dan estimasi yang didasarkan pada peforma pasar saham Apple.

Pada tahun 2015, Cook mengatakan, dirinya berencana untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya dan telah memberikan saham Apple senilai jutaan dollar AS. Jika ia benar-benar melakukan amal yang dirahasiakan, maka kekayaan Cook bisa lebih rendah dari perkiraan.

"Siklus bisnis teknologi jauh lebih besar dan lebih lama dari yang saya kira. Dari semua saham, Apple telah menjadi mesin penghasil uang terbesar dalam sejarah," ujar Hussein Kanji, seorang mitra di perusahaan modal ventura Hoxton Ventures.

Kekayaan Cook didapatkan secara bertahap, sebagian besar berasal dari pengahargaan ekuitas yang ia terima sejak bergabung dengan Apple pada tahun 1998. Pada hari pertama menjabat sebagai CEO, Cook diberikan penghargaan berupa saham terbatas.

Ekuitas dibayarkan secara bertahap setiap tahunnya. Pada akhir bulan ini Cook bersiap untuk menerima pembayaran kesembilan dari penghargaan tersebut, yang diperkirakan menambah 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun pada kekayaannya.

Saat ini Cook memiliki 847.969 lembar saham atau sekitar 0,02 persen saham Apple. Nilainya sekitar 375 juta dollar AS atau sekitar Rp 5,4 triliun.

Menurut penghitungan Bloomberg, dari hasil penjualan saham sebelumnya, dividen, dan kompensasi lainnya membuat nilai kekayaan Cook kembali bertambah 650 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,4 triliun.

Saham Cook di Apple memang terbilang kecil porsinya ketimbang saham para pendiri perusahaan teknologi raksasa seerti Bezos, Zuckerberg, dan Musk di masing-masing perusahaan mereka.

Saham Apple didistribusikan secara luas di antara investor dan para eksekutif yang berbeda, sehingga perusahaan paling berharga di dunia ini memang hanya mencetak sangat sedikit miliarder di antara karyawannya.



Sumber Bloomberg
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X