Kompas.com - 19/08/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCK/ J.J GOUINIlustrasi
|

6. Spanyol

Menurut Badan Statistik Spanyol, negara ini telah memasuki fase resesi ekonomi usai PDB kuartal II 2020 turun hingga 18,5 persen. Secara kuartalan, pertumbuhan minus ini merupakan rekor pertumbuhan ekonomi terburuk.

Di kuartal I 2020, ekonomi Spanyol juga anjlok hingga 5,2 persen.

7. Hong Kong

Hong Kong sendiri telah resesi sebelum pandemi Covid-19. Namun akibat pandemi, resesi Hong Kong menjadi lebih lama. Menurut data awal otoritas Hong Kong, pertumbuhan ekonomi negara itu  minus 9 persen (yoy) di kuartal II-2020.

Minusnya pertumbuhan ekonomi kuartalan merupakan yang keempat secara berurutan sejak tahun 2019.

Hong Kong mengalami resesi pertama dalam satu dekade pada tahun lalu, disebabkan gelombang unjuk rasa anti pemerintah dan perang dagang AS-China. Kondisi kemudian diperparah dengan mewabahnya virus corona yang bermula di Wuhan, China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data pemerintah menunjukkan, pada kuartal I-2020 pertumbuhan ekonomi Hong Kong minus 9 persen. Angka ini lebih buruk dari yang sebelumnya dilaporkan.

Baca juga: Upaya Pengusaha Kopi dan Resor Bertahan di Tengah Pandemi

8. Singapura

Perekonomian Singapura mengalami kontraksi sebesar 42,9 persen (quarter to quarter) pada kuartal kedua tahun 2020.

Berdasarkan proyeksi pemerintah yang didasarkan pada data bulan April dan Mei, perekonomian Negeri Singa diproyeksi bakal merosot 41,2 persen secara pada kuartal II-2020 jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Adapun secara tahunan, perekonomian Singapura merosot 13,2 persen. Angka tersebut lebih buruk jika dibandingkan dengan proyeksi pemerintah, yakni minus 12,6 persen.

9. Filipina

Selanjutnya ada Filipina yang mencatat rekor kontraksi terdalam pada kuartal II-2020. Pemerintah Filipina merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2020 sebagai dampak kebijakan lockdown akibat pandemi virus corona.

Menurut badan statistik nasional setempat, pertumbuhan ekonomi Filipina minus 16,5 persen pada kuartal II-2020.

Hal tersebut merupakan yang terburuk sejak pencatatan pertumbuhan ekonomi Filipina pertama kali dilakukan pada tahun 1981. Pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Filipina tercatat minus 15,2 persen.

10. Inggris

Mengutip The Guardian, Inggris mengalami resesi terparah sepanjang sejarah ekonominya. Ekonomi Inggris pada kuartal II-2020 negatif hingga 20,4 persen.

Sebelumnya, ekonomi Inggris minus 2,2 persen pada kuartal I-2020.

Baca juga: Manipulasi Data Penerima Subsidi Gaji, Perusahaan Bakal Kena Sanksi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.