Kompas.com - 24/08/2020, 08:10 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan ke diperkirakan akan bergerak di zona merah.  Pekan lalu, dalam perdagangan yang berlangsung hanya dua hari, IHSG berhasil menguat 0,75 persen pada level 5.272,81.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, pekan ini IHSG masih dibayangi berbagai sentimen sentimen negatif. Di antaranya masih belum tercapainya kesepakan terkait stimulus fiskal jilid II AS antara partai Demokrat dan Republik, konflik AS dan China, serta kenaikan klaim pengangguran.

"Kami perkirakan IHSG sepekan berpeluang konsolidasi melemah. Pelaku pasar khawatir perundingan antara Demokrat dan Republik terkait RUU stimulus Fiskal untuk mengatasi krisis akibat Covid-19," kata Hans Minggu (23/8/2020).

Baca juga: 7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (4)

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukan klaim awal pengangguran mingguan AS meningkat menjadi 1,1 juta dan lebih tinggi dari harapan ekonom yakni 923.000. Tetapi jumlah klaim berkelanjutan atau orang yang menerima tunjangan pengangguran lebih dari dua pekan berturut - turut terus menunjukan penurunan.

Di sisi lain, konflik China dan Amerika Serikat terkait saham teknologi juga menjadi sentimen negatif pasar. Mulai dari Penjualan operasi aplikasi TikTok di Amerika hingga pembatasan terhadap Huawai untuk mendapatkan chip yang diproduksi dengan perangkat lunak dan teknologi Amerika Serikat.

Hans memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level support 5.218 sampai dengan 5.119 dan resistance pada level 5.327 sampai dengan 5.400.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun rekomendasi teknikal dari tiga perusahaan sekuritas untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini, antara lain :

1. Artha Sekuritas

CTRA rekomendasi buy 650 – 670, TP 700 – 720, stop loss <630.
MDKA rekomendasi buy 1.850 – 1.900, TP 2.000 – 2.050, Stop Loss 1.800
ASRI rekomendasi buy 130 – 135, TP 118 – 122, stop loss 115.

2. Anugerah Mega Investama

TLKM rekomendasi buy back jika break 3.120, TP 2.880 – 2.850, area sos pada level 3.060 - 3.000.
HMSP rekomendasi buy back jika break 1.840, TP 1.660 – 1.605, area sos di level 1.800 – 1.730.
DMAS rekomendasi buy back jika break 261, TP 224 – 206, area sos di level 256 – 236.

3. Panin Sekuritas

HMSP rekomendasi buy and hold >1.685, TP 1.800 sampai dengan 1.845.
SMRA rekomendasi on breakout 595, TP 635 sampai dengan 690, stop loss <550.
ULTJ rekomendasi buy 1.625 – 1.650, TP 1.700 sampai dengan 1.740, stop loss <1.600.

Baca juga: Mau Berburu Cuan? Simak Daftar Emiten yang Bakal Cum Dividen Pekan Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.