IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat

Kompas.com - 24/08/2020, 09:37 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (24/8/2020). Demikian juga dengan rupiah di pasar spot yang juga mengawali pekan dengan menguat.

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 5.276,04 atau naik 3,23 poin (0,06 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.272,81.

Sebanyak 166 saham melaju di zona hijau dan 100 saham di zona merah. Sedangkan 159 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 916,57 miliar dengan volume 887,36 juta saham.

Sementara bursa saham Asia pagi ini juga dibuka di zona positif.  Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,68 persen, indeks Komposit Shanghai menguat 0,34 persen, indeks Nikkei meningkat 0,36 persen, dan indeks Strait Times bertambah 0,26 persen.

Baca juga: Pesawat N250, Proyek Triliunan Rupiah yang Kandas Karena Krismon 1998

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini dibuka menguat.  Mengutip Bloomberg, rupiah mengawali pekan dengan naik naik 18 poin (0,12 persen) ke posisi Rp 14.755 per dollar AS.

Meski demikian, analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan rupiah hari ini berpotensi bergerak melemah seharian.

Menurut dia, rupiah tertekan oleh penguatan dollar AS di akhir pekan kemarin karena indikasi pemulihan ekonomi dari data ekonomi AS. Hal ini ditopang oleh survei indeks aktivitas manufaktur dan sektor jasa AS bulan Agustus dan data penjualan rumah bekas di AS bulan Juli, yang dirilis lebih bagus dari proyeksi analis.

“Ini bisa mendorong pelemahan rupiah terhadap dollar AS di awal pekan ini,” sebutnya.

Ariston juga menyebut beberapa sentimen juga akan menekan pergerakan rupiah, seperti ketegangan hubungan AS dan China dan faktor dalam negeri terkait potensi resesi, serta penyebaran wabah Covid-19 yang masih terus meningkat.

“Sentimen datang silih berganti. Rupiah bisa saja menguat kalau tekanan pelemahan ke dollar AS kembali membesar,” jelas dia.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan berada pada kisaran Rp 14.650 per dollar AS sampai dengan Rp 14.850 per dollar AS.

Baca juga: Saham Melonjak dalam Tiga Bulan, Ini Kata BTN



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X