Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Apakah Indonesia Bisa Mengalami Resesi di 2020?

Kompas.com - 24/08/2020, 14:08 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi shutterstock.comIlustrasi resesi ekonomi

Kemudian bisa jadi ketika uang sudah diperoleh, tidak semuanya dibelanjakan. Ada yang digunakan untuk bayar hutang, disimpan atau investasi.

Angka PDB pada kuartal II 2020 adalah Rp 2.589 triliun. Dengan asumsi pada kuartal III angkanya masih sama dan terdapat tambahan Rp 132 triliun akan menjadi Rp 2.721 triliun masih lebih rendah dari kuartal II 2019 yang sebesar Rp 2.818 triliun.

Tentu saja, hitungan ini bisa salah. Jika konsumsi sudah pulih pada kuartal III 2020 karena pembukaan ekonomi sudah dilakukan secara bertahap, bisa saja angkanya lebih tinggi.

Tapi belajar dari pengalaman di luar negeri, program subsidi gaji dan hibah untuk UMKM juga banyak dilakukan di negara maju. Bahkan secara angka jauh lebih besar karena perbedaan kurs serta sudah dijalankan sejak dari bulan Maret sampai sekarang, tetap saja angka pertumbuhan PDBnya negatif.

Apakah status resesi berdampak negatif terhadap investasi?

Jika hanya negara Indonesia saja yang mengalaminya, maka status resesi akan berdampak terhadap rating surat hutang, kurs nilai tukar, minat asing dan permintaan imbal hasil terhadap surat utang, serta sentimen negatif terhadap saham.

Namun jika fenomena resesi ini terjadi di banyak negara, maka resesi ini bukan lagi hal yang negatif. Investor akan melihat negara mana yang resesinya paling parah dalam arti pertumbuhan ekonominya negatif paling besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelihatannya konsumsi domestik kali ini memang tidak bisa menyelamatkan Indonesia dari status resesi sebagaimana pengalaman sebelumnya, tapi bisa dipastikan kondisi negara kita bukan merupakan negara yang terburuk karena porsi ketergantungan terhadap pariwisata dan perdagangan relatif kecil.

Dengan vaksin yang akan disalurkan secara bertahap mulai tahun depan, diharapkan pemulihan juga berjalan dengan cepat.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Whats New
Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Rilis
'Tax Amnesty Jilid II' Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

"Tax Amnesty Jilid II" Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Whats New
Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Whats New
Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Whats New
Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Rilis
Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Whats New
Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Whats New
Rangkaian KTT G20 Dimulai Hari Ini, Indonesia Bahas 3 Isu Utama

Rangkaian KTT G20 Dimulai Hari Ini, Indonesia Bahas 3 Isu Utama

Whats New
Soal Pajak Karbon, Anak Buah Sri Mulyani Sebut AS Malu dengan Indonesia...

Soal Pajak Karbon, Anak Buah Sri Mulyani Sebut AS Malu dengan Indonesia...

Whats New
Ini Alasan BEI Tak Suspensi Saham BUKA meski Harga Saham Terus Turun

Ini Alasan BEI Tak Suspensi Saham BUKA meski Harga Saham Terus Turun

Whats New
PPKM Level 3 Serentak Batal, Bagaimana Nasib Ganjil-Genap di Tol 20 Desember-2 Januari di Tol?

PPKM Level 3 Serentak Batal, Bagaimana Nasib Ganjil-Genap di Tol 20 Desember-2 Januari di Tol?

Whats New
Mau Beli Valas? Simak Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Simak Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Naik Rp 1.000 per Gram, Ini Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Naik Rp 1.000 per Gram, Ini Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.