Di Balik Alasan Luhut Mau Permudah Dokter Asing Buka Praktik di RI

Kompas.com - 29/08/2020, 07:13 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan secara virtual, kepada 500 peserta forum yang juga berasal dari Jepang, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan secara virtual, kepada 500 peserta forum yang juga berasal dari Jepang, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut Indonesia selama sangat dirugikan dengan menguapnya devisa karena banyak WNI yang berobat ke luar negeri.

Menurut dia, banyak orang menengah ke atas yang berpelesiran ke luar negeri hanya untuk berobat. Lasilitas layanan kesehatan di negara lain yang dianggap lebih berkualitas jadi pemicunya.

"Beberapa waktu yang lalu saya diberitahu soal analisa dari PwC di tahun 2015 yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara asal wisatawan medis dengan jumlah 600.000 orang, terbesar di dunia mengalahkan Amerika Serikat dengan 500.000 orang wisatawan medis di tahun yang sama," ucap Luhut dikutip dari akun Instagram resminya, Sabtu (29/8/2020).

Ia meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencari investor untuk membangun rumah sakit berkelas internasional guna mendukung rencana pemerintah mengembangkan wisata medis di Indonesia.

Baca juga: Tindaklanjuti Pidato Jokowi soal Membajak Krisis, Ini yang Dilakukan Luhut

"Melihat potensi ini, saya bersama jajaran K/L terkait hari ini berkoordinasi tentang rencana pengembangan wisata medis di Indonesia," ujar dia.

Rencana ini, kata Luhut, sedang dikaji karena berbagai pertimbangan, di antaranya adalah fakta bahwa bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan medis sebesar 3.000 - 10.000 dollar AS per orang.

"Sementara masyarakat kita lebih senang berobat ke Penang dan Singapura karena merasa layanan kesehatannya terhitung murah dan lebih cepat sembuh," ujar Luhut.

"Tetapi ada satu pengalaman yang saya dengar tentang seorang dokter mata bahwa banyak pasien yang biasa berobat ke Singapura sekarang berobat ke Indonesia karena mereka kurang nyaman dengan adanya karantina," kata dia lagi.

Baca juga: Luhut Mau Permudah Dokter Asing Buka Praktik di Indonesia

Mantan Dubes Indonesia untuk Singapura ini menuturkan, pandemi Covid-19 yang berdampak pada anjloknya kepergian WNI ke luar negeri untuk berobat, bisa jadi titik balik untuk perbaikan layanan kesehatan dalam negeri.

"Melihat fakta-fakta itu, saya kira perlu kita bangun distrust tentang pengalaman berobat di luar negeri agar menumbuhkan rasa percaya wisatawan medis Indonesia," tutur Luhut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X