Riset: PSBB Transisi Bikin Kunjungan Mal Meningkat, Lampaui Supermarket

Kompas.com - 14/09/2020, 14:10 WIB
Pengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (9/9/2020). Pihak pusat perbelanjaan diharapkan memperketat protokol kesehatan terhadap pengunjung dan karyawannya seiring meningkatnya kasus konfirmasi positif COVID-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan kondisi epidemiologis COVID-19 di wilayah DKI Jakarta selama sepekan terakhir tergolong mengkhawatirkan dengan angka positivity rate 13,2 persen. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoPengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (9/9/2020). Pihak pusat perbelanjaan diharapkan memperketat protokol kesehatan terhadap pengunjung dan karyawannya seiring meningkatnya kasus konfirmasi positif COVID-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan kondisi epidemiologis COVID-19 di wilayah DKI Jakarta selama sepekan terakhir tergolong mengkhawatirkan dengan angka positivity rate 13,2 persen. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kunjungan ritel dan restoran mengalami peningkatan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) transisi diberlakukan pada Juli-Agustus 2020.

Mandiri Institute dalam laporannya berjudul " Ritel dan Restoran dalam Dinamika Kenormalan Baru" melaporkan, kunjungan ke dua sektor paling terdampak ini sudah mencapai 57 persen.

Meski demikian, angka masih di bawah kunjungan normal.

Baca juga: PSBB Total Berlaku, PHRI: Kan, Enggak Mungkin Orang Lokal yang Mengisi...

Peningkatan kunjungan tertinggi terjadi di pusat perbelanjaan (shopping mall) sebesar 61 persen. Kemudian diikuti oleh supermarket (56 persen), dan toko lainnya (55 persen).

Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono mengatakan, kenaikan kunjungan di pusat perbelanjaan terjadi karena sebagian kantor, seperti di daerah Sudirman, Jakarta Pusat kembali beroperasi.

"Saat jam makan siang, terlihat ada kunjungan naik di mal. Kalau supermarket biasanya hanya untuk belanja reguler atau mingguan. Karena lokasinya banyak di tempat tinggal, pick-nya itu weekend," kata Teguh kepada Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Memang berdasarkan laporan, kunjungan ke pusat perbelanjaan sudah mencapai 61 persen pada Agustus 2020 dibanding 44 persen pada Juli 2020.

 

Baca juga: PSBB Total, Pengusaha Mal: Pemprov Mencatat bahwa Pusat Belanja Bukan Klaster Covid-19

Selain mulai beroperasinya kembali beberapa kantor, para konsumen kerap mengunjungi mall untuk mencari hiburan.

Sedangkan kunjungan di supermarket naik menjadi 56 persen pada Agustus, dari 49 persen pada Juli 2020.

Secara lebih rinci, angka kunjungan ke pusat belanja di kota-kota besar sudah berada di atas 50 persen. Di antara kota-kota besar, Makassar menempati urutan pertama dengan kenaikan 66 persen, diikuti Denpasar (59 persen), dan Jakarta (57 persen).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X