Sri Mulyani: Anggaran untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Sudah Termasuk di BNPB

Kompas.com - 15/09/2020, 18:47 WIB
Foto aerial suasana Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Penyalaan lampu-lampu di Wisma Atlet bukan berarti semua tower terisi pasien COVID-19 tapi menjadi simbol kesiapan Wisma Atlet menghadapi semakin tingginya kasus positif di Ibu Kota, sementara itu  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total mulai 14 September 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto aerial suasana Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Penyalaan lampu-lampu di Wisma Atlet bukan berarti semua tower terisi pasien COVID-19 tapi menjadi simbol kesiapan Wisma Atlet menghadapi semakin tingginya kasus positif di Ibu Kota, sementara itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total mulai 14 September 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, pemerintah telah menyiapkan anggaran penggunaan hotel untuk melakukan perawatan dan isolasi pasien Covid-19.

Bendahara Negara itu menjelaskan, anggaran untuk penggunaan hotel tersebut sudah termasuk di dalam anggaran tambahan untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sebesar Rp 3,3 triliun.

"Kami untuk anggaran dialokasikan tambahan Rp 3,5 triliun (Rp 3,3 triliun) untuk BNPB di dalam situ termasuk antisipasi kemungkinan penggunaan hotel untuk isolasi pasien," ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers virtual, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Usul Erick Thohir Soal Skema Penyuntikan Vaksin Corona ke Warga

Sri Mulyani pun menambahkan, ada dua tower baru di RS Darurat Wisma Atlet yang digunakan untuk isolasi, yakni di tower 6 dan tower 7.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan lokasi-lokasi sebagai tempat isolasi darurat, yakni gedung-gedung pelatihan milik kementerian atau lembaga (K/L)/

"Yang saat ini kami fokuskan, untuk semua penggunaan fasilitas dan biaya penggunaan fasilitas tersebut dilakukan dengan pertanggung jawaban oleh unit BNPB," ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menggunakan Gelanggang Olahraga (GOR) untuk isolasi pasien covid-19. Sebab, pemerintah pusat sudah menyiapkan hotel bintang 2 dan bintang 3 untuk tempat isolasi pasien covid-19 dengan gejala ringan dan sedang.

Baca juga: Hotel Gratis untuk Isolasi Mandiri, Biaya Ditanggung Pemerintah

"Kami sampaikan pesan ke Gubernur DKI untuk sementara jangan lagi gunakan tempat seperti GOR, tempat balai yang mungkin kualitasnya tidak begitu memadai," kata Doni seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Senin (14/9/2020).

Sejauh ini pemerintah sudah bekerja sama dengan 15 hotel di Jakarta. Ada tambahan 1500 kamar tidur yang tersedia. Dengan begitu, pasien isolasi tak harus berada dalam satu ruangan.

"Sehingga kenyamanan masyarakat yang akan dapat perawatan ini bisa lebih maksimal," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X