Kompas.com - 28/09/2020, 14:07 WIB
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia. Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.comBank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah membeli Surat Berharga Negara jangka panjang di pasar perdana Rp 234,65 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pembelian itu merupakan total keseluruhan dari mekanisme pembiayaan APBN yang disepakati dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) I tanggal 16 April 2020, dan SKB II tanggal 7 Juli 2020.

"Totalnya untuk pelaksaan Undang-Undang Nomor 2/2020, melalui SKB I dan II BI telah membeli SBN Rp 234,65 triliun," kata Perry dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Literasi Keuangan Penting Saat Memulai Usaha, Ini Alasannya

Perry merinci, realisasi pembelian SBN melalui mekanisme pasar sesuai SKB I tanggal 16 April sebesar Rp 51,17 triliun.

Pembelian ini melalui skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO) Rp 11,77 triliun, dan Private Placement Rp 3,68 triliun.

Sementara dalam SKB II, SBN yang telah dibeli sebesar Rp 183,48 triliun melalui Private Placement. Berdasarkan skema burden sharing II, pemerintah dan BI telah sepakat membiayai public goods Rp 397,56 triliun.

Pihaknya juga menyepakati pembiayaan untuk non-public goods UMKM Rp 177,03 triliun. Hingga 17 September lalu, realisasi pembagian beban dengan pemerintah untuk non-public goods terkait UMKM telah mencapai Rp 44,38 triliun.

Baca juga: Kenapa Suku Bunga Kredit Susah Turun? Ini Penjelasan Bos BI

"SKB tanggal 7 Juli, ada non public goods di mana BI berbagi beban. Jadi pemerintah hanya menanggung reserve repo 3 bulan dikurangi 1 persen. Sisanya selisih yield SBN dengan 2,7 atau 2,8 persen beban dari BI," papar Perry.

Sebagai informasi, data transaksi posisi kepemilikan SBN oleh BI per 25 September 2020 sudah mencapai Rp 640,60 triliun. Jumlah ini termasuk pembelian SBN di pasar sekunder.

Pembelian SBN di pasar sekunder ini bertujuan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Tercatat, pembelian SBN di pasar sekunder telah mencapai Rp 166,2 triliun.

Baca juga: Besok, Pemerintah Lelang Sukuk Negara dengan Target Rp 10 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub Catat 2,15 Juta Pemudik Keluar dari Jabodetabek, Peningkatan Terbesar ke Arah Merak

Kemenhub Catat 2,15 Juta Pemudik Keluar dari Jabodetabek, Peningkatan Terbesar ke Arah Merak

Whats New
Soal WFA, Perusahaan E-commerce Ini Justru Sudah Menerapkannya Sejak Awal 2022

Soal WFA, Perusahaan E-commerce Ini Justru Sudah Menerapkannya Sejak Awal 2022

Whats New
IHSG Anjlok Pekan Lalu, Bagaimana Dampaknya ke Kinerja Reksa Dana?

IHSG Anjlok Pekan Lalu, Bagaimana Dampaknya ke Kinerja Reksa Dana?

Whats New
Menag Bantah Dana Haji Dimanfaatkan untuk Pembangunan IKN

Menag Bantah Dana Haji Dimanfaatkan untuk Pembangunan IKN

Whats New
Soal Investasi Kripto, Sandiaga Uno: Jangan Tergiur Keuntungan Saja, Bisa Jadi Ambyar

Soal Investasi Kripto, Sandiaga Uno: Jangan Tergiur Keuntungan Saja, Bisa Jadi Ambyar

Whats New
Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Tol Mojokerto

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Tol Mojokerto

Whats New
Stafsus Bantah Erick Thohir Kampanye Saat Turun ke Lapangan

Stafsus Bantah Erick Thohir Kampanye Saat Turun ke Lapangan

Whats New
Lion Parcel Ungkap Tantangan Industri Logistik Selama Pandemi Covid-19

Lion Parcel Ungkap Tantangan Industri Logistik Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Cara Buka Rekening Mandiri Online lewat HP Tanpa ke Bank

Cara Buka Rekening Mandiri Online lewat HP Tanpa ke Bank

Whats New
Rusia-Ukraina Berperang, BPS: Konflik Merugikan Kita...

Rusia-Ukraina Berperang, BPS: Konflik Merugikan Kita...

Whats New
Wilmar Bantah PT Citra Riau yang Hentikan Pembelian TBS Bagian Perusahaannya

Wilmar Bantah PT Citra Riau yang Hentikan Pembelian TBS Bagian Perusahaannya

Whats New
Siap Adopsi Metaverse, JakLingko Gandeng WIR Group

Siap Adopsi Metaverse, JakLingko Gandeng WIR Group

Rilis
India Larang Ekspor Gandum, Bagaimana Nasib RI?

India Larang Ekspor Gandum, Bagaimana Nasib RI?

Whats New
Rupiah dan IHSG Berakhir Hijau, Saham BBRI, KLBF dan ADMR Laris Diborong Asing

Rupiah dan IHSG Berakhir Hijau, Saham BBRI, KLBF dan ADMR Laris Diborong Asing

Whats New
Luncurkan Program MigorRakyat, Mendag: Ini Bentuk Kepedulian Pengusaha untuk Rakyat

Luncurkan Program MigorRakyat, Mendag: Ini Bentuk Kepedulian Pengusaha untuk Rakyat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.