Kompas.com - 05/10/2020, 18:13 WIB
Bank Syariah Mandiri Bank Syariah Mandiri Bank Syariah Mandiri

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) siap menyalurkan kredit dari penempatan dana pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Corporate Secretary Mandiri Syariah Ivan Ally mengatakan, pihaknya berupaya mempercepat penyaluran pembiayaan untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19.

"Kami berkomitmen untuk mendukung langkah pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional dengan mengoptimalkan pemberian restrukturisasi pembiayaan kepada pihak terdampak Covid-19," kata Ivan dalam siaran pers, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Bisnis Bisa Berkembang Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan BSM

Sementara itu, Direktur Risk Management Mandiri Syariah Tiwul Widyastuti menuturkan, Mandiri Syariah terus mengedepankan prinsip adil-seimbang-maslahat dalam memberikan restrukturisasi.

Program restrukturisasi pembiayaan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah melalui POJK No 11/POJK.03/2020 mengenai Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Virus Corona 2019.

"Berlandaskan pemahaman atas kondisi nasabah, kami telah menetapkan program restrukturisasi nasabah yang terdampak pandemi Covid-19,” ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun sebelum menyalurkan restrukturisasi, pihaknya menetapkan beberapa tahapan. Pertama, Mandiri Syariah akan melakukan stress-test atas portofolio pembiayaan yang terdampak dan berpotensi terdampak Covid 2019 di seluruh segmen.

Kemudian, menetapkan sektor usaha dan kriteria nasabah, menetapkan skema restrukturisasi dengan memperhatikan kondisi dampak Covid yang dialami nasabah, dan menetapkan kualitas aset.

"Adapun skema restrukturisasinya adalah relaksasi pembayaran kewajiban pokok/margin (grace period), pemberian perpanjangan jangka waktu, dan penyesuaian margin selama grace period," jelas Tiwul.

Sebagai informasi, hingga 31 Agustus 2020, Mandiri Syariah telah melakukan restrukturisasi pembiayaan kepada 29.000 nasabah dari 59.000 potensi nasabah terdampak Covid.

Jumlah itu berkisar 48,16 persen dari potensi nasabah terdampak Covid dengan outstanding sebesar Rp 7,1 triliun.

Komposisi segmen nasabah yang telah direstrukturisasi adalah 44,21persen UMKM, dan 51,32 persen nasabah non-UMKM. Wilayah terbesar berada di pulau Jawa dan Sumatera.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.