Erick Thohir: Indonesia Harus Mampu Jadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah di Dunia

Kompas.com - 13/10/2020, 19:05 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia. Atas dasar itu, dia menilai sudah sepantasnya Indonesia memiliki bank syariah yang besar dan kuat.

Hal tersebut diungkapkan Erick untuk menanggapi penggabungan tiga bank syariah BUMN. Ketiga bank syariah BUMN tersebut terdiri dari BRISyariah, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

“Indonesia harus bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia,” ujar Erick dalam videonya, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Bank Indonesia: Pembiayaan Public Goods Bisa Diperpanjang Tahun Depan

Mantan bos Inter Milan ini mengajak seluruh pihak untuk bahu membahu dalam mewujudkan mimpi tersebut.

Salah satu langkah awal untuk mewujudkan hal tersebut, kata Erick, yakni dengan penandatangan conditional merger agreement antara tiga bank syariah BUMN yang dilakukan pada sore hari ini.

“Insya Allah Indonesia akan memiliki bank syariah terbesar. Kita berharap bank syariah semakin mendekati satu tujuan ekonomi, yaitu keadilan untuk umat. Sistem keadilan dan transparan sudah membuat bank-bank syariah bertahan di krisis pandemi Covid-19, bahkan mampu menorehkan kinerja yang positif,” kata dia.

Baca juga: Ini Proses yang Harus Ditempuh Sebelum Merger Bank Syariah BUMN

Erick menuturkan, saat ini Indonesia masih tertinggal dari negara Islam lainnya. Dengan penggabungan tiga bank syariah BUMN ini, dia berkeyakinan Indonesia mampu menyusul negara lainnya.

“Namun kita juga harus yakin bila kita bersatu Insya Allah mampu menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia,” ungkapnya.

Diketahui, penggabungan bank syariah BUMN ini ditargetkan rampung pada Februari 2021. Di tahap awal, diproyeksikan total aset dari ketiga bank syariah tersebut akan mencapai Rp 225 triliun.

Adapun di 2025, hasil penggabungan ketiga bank syariah Himbara itu akan memiliki total aset sebesar Rp 390 triliun.

PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) bakal menjadi bank survivor alias entitas yang menerima penggabungan (surviving entity) usai merger dilakukan oleh 3 bank syariah BUMN.

Baca juga: Merger Tiga Bank Syariah BUMN Tak Akan Berdampak ke PHK Karyawan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X