KILAS

Perkuat Bisnis secara Fundamental, Mitratel Ambil Alih Kepemilikan 6.050 Menara Telkomsel

Kompas.com - 16/10/2020, 17:25 WIB
PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) ambil alih kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Rabu (14/10/2020).  

DOK. Humas TelkomPT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) ambil alih kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Rabu (14/10/2020).

KOMPAS.com – Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan, pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) akan memperkuat bisnis Mitratel secara fundamental.

“Pengalihan kepemilikan ini juga merupakan salah satu strategi bisnis untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi,” kata Theodorus, seperti pada keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Jumat (16/10/2020).

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat melakukan penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) atau Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro untuk pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi Telkomsel kepada Mitratel, Rabu (14/10/2020).

“Hal ini akan menjadi potensi yang baik dan menciptakan nilai tambah bagi Mitratel. Diharapkan juga berdampak positif pada penguatan industri telekomunikasi nasional, khususnya di sektor menara telekomunikasi,” ujar Theodorus.

Baca juga: Bersama Sucofindo, Telkom University Cetak Lulusan Siap Kerja

Theodorus pun meyakini bisnis menara telekomunikasi masih menjanjikan. Pasalnya, hingga saat ini operator telekomunikasi masih terus melakukan ekspansi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami yakin bisnis menara telekomunikasi masih akan mencatatkan kinerja positif ke depannya,” imbuhnya.

Theodorus mengungkapkan, pihaknya saat ini juga berupaya meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas jangkauan layanannya.

“Terlebih menghadapi pengembangan teknologi Fifth Generation atau generasi kelima (5G) yang akan masuk dan diimplementasikan di Indonesia,” ujar Theodorus.

Baca juga: Dukung Wirausaha Milenial, Telkom Bersama Rumah BUMN Buka Program Kelas Mentoring

Dengan kesepakatan tersebut, Mitratel yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan memiliki menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah.

“Terhitung sejak terpenuhi segala kewajiban berdasarkan perjanjian dan ditandatanganinya akta pengalihan antara para pihak, melalui transaksi CSPA,” kata Theodorus.

Bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi, Mitratel berupa terus melayani semua operator seluler di Indonesia dengan jumlah lebih dari 22.000 menara telekomunikasi.

Salah satu langkah Telkom Group

Senada dengan Direktur Mitratel, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi Telkomsel menjadi salah satu langkah Telkom Group untuk memperkuat fundamental bisnis Mitratel.

Adapun tujuan lainnya adalah untuk menjadikan Mitratel sebagai salah satu provider menara terbesar di Indonesia.

“Telkomsel mendukung penataan portfolio Telkom Group dengan pelepasan 6.050 menara telekomunikasi yang dimiliki,” ujar Setyanto.

Baca juga: Turun 21 Persen Selama Semester I, Saham Telkom Dinilai Masih Favorit

Lebih lanjut Setyanto mengatakan, ke depan Telkomsel akan fokus pada bisnis utamanya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia.

Upaya Telkomsel ditempuh dengan salah satu prioritas strategi bisnis, yakni memperkuat ekosistem digital melalui ketersediaan layanan digital connectivity terbaik dan merata.

“Kami juga akan mengembangkan potensi layanan digital services dan digital platform terkini bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Setyanto.

Bagian dari penataan portofolio 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya menyampaikan, aksi korporasi yang dilakukan Mitratel dan Telkomsel merupakan bagian dari penataan portofolio Telkom Group.

Adapun hal ini guna mengoptimalisasikan bisnis dan aset yang dimiliki, serta memastikan optimal value bagi pemegang saham.

“Penataan portofolio sendiri diadakan dalam rangka memperkuat bisnis menara telekomunikasi,” ujar Budi.

Baca juga: Telkom Bantu Digitalisasi PDAM seluruh Indonesia dengan Smart Metering

Sementara itu, untuk pengalihan kepemilikan kedua anak perusahaan tersebut dilakukan secara bertahap hingga ditargetkan selesai pada akhir triwulan pertama tahun 2021.

“Langkah ini juga merupakan upaya untuk value creation bisnis tower dan memastikan agar setiap entitas anak perusahaan dapat fokus dalam melakukan penguatan pada lini bisnisnya masing-masing,” imbuh Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Terpukul Pandemi, Industri Franchise Serap 628.000 Tenaga Kerja pada 2020

Meski Terpukul Pandemi, Industri Franchise Serap 628.000 Tenaga Kerja pada 2020

Whats New
Sewa Ayam hingga Paparazi, Ini 10 Jasa Sewa Teraneh di Dunia

Sewa Ayam hingga Paparazi, Ini 10 Jasa Sewa Teraneh di Dunia

Work Smart
Dua Pentolan Buruh Temui Ketum Kadin, Ini yang Dibahas

Dua Pentolan Buruh Temui Ketum Kadin, Ini yang Dibahas

Whats New
BUMN Sucofindo Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Kualifikasinya

BUMN Sucofindo Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Kualifikasinya

Work Smart
Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Pengusaha Franchise Menghadapi 2022

Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Pengusaha Franchise Menghadapi 2022

Whats New
Pelaku Bisnis Franchise Mulai Merasakan 'Angin Segar'

Pelaku Bisnis Franchise Mulai Merasakan "Angin Segar"

Whats New
Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Whats New
Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Rilis
'Tax Amnesty Jilid II' Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

"Tax Amnesty Jilid II" Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Whats New
Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Whats New
Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Whats New
Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Rilis
Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Whats New
Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.