Sepak Terjang Budiman Saleh, Dirut BUMN PT PAL yang Diciduk KPK

Kompas.com - 23/10/2020, 07:31 WIB
Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh ketika ditemui di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Senin (22/1/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRDirektur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh ketika ditemui di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Senin (22/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Direktur Utama PT PAL (Persero), Budiman Saleh, sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia ( PT DI). Budiman dijerat sebagai tersangka dalam pengembangan kasus.

Kasus yang menjerat Budiman yakni terkait kegiatan penjualan dan pemasaran di PT DI. Di BUMN pembuat pesawat itu, dia pernah menjabat sebagai Direktur Aerostructure, Direktur Aircraft Integration, serta Direktur Niaga dan Restrkturisasi.

Dari rekam jejaknya sebagaimana dikutip dari laman resmi PT PAL, Jumat (23/10/2020), Budiman Saleh merupakan wajah lama di perusahaan BUMN. Keriernya sebagai Dirut PT PAL dimulai sejak 3 April 2017 atau di era Menteri BUMN Rini Soemarno.

Keputusan pengangkatannya tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia nomor SK-64/MBU/04/2017, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia.

Baca juga: KPK Tetapkan Dirut PT PAL Jadi Tersangka, Ini Kata Stafsus Menteri BUMN

Budiman Saleh tercatat merupakan jebolan Jurusan Teknik Industri ITB dan Industrial and Manufacturing Engineering dari Oregon State University Amerika Serikat ( profil Budiman Saleh).

Sepak terjang Budiman Saleh

Di era Budiman Saleh, PT PAL menargetkan untuk mengekspor kapal ke sejumlah negara tetangga seperti Filipina, Thailand, dan Malaysia. Pasar lainnya yang digarap BUMN yang berkantor pusat di Surabaya ini yakni negara-negara Afrika.

Baca juga: Politikus hingga Jenderal Jadi Komisaris BUMN, Bagaimana Proses Seleksinya?

"Tahun ini masih progress. Jadi ini benar-benar merupakan suatu proses yang bersifat pada taraf penetrasi. Hasil dari penetrasi itu baru bisa dilihat dari business acquisition dan sales acquisition-nya di tahun mendatangnya," kata dia dikutip dari pemberitaan Kompas.com, 22 Januari 2018.

Saat itu, Budiman mengaku optimistis dengan pasar kapal perang PT PAL. Sebab, produknya tengah diminati sejumlah negara Asia Tenggara dan Afrika.

"Sangat tinggi. Kalau kita lihat dari kualitas, harga, waktu delivery sangat menunjukkan progres yang baik di PT PAL. Di Malaysia kita targetkan dua kapal. Thailand itu targetnya satu kapal. Kalau Senegal, Kongo, Guinea-Bissau, Burkina Faso saya agak lupa berapa kapal," ujar Budiman Saleh.

Di era Budiman Saleh pula, PT PAL melakukan kontrak kerja sama pembuatan kapal selam dengan Korea Selatan. Untuk proyek ini, PT PAL mendapat suntikan dana PMN dari APBN sebesar Rp 1,3 triliun di RAPBN 2021.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X