Menanti Penerbangan Domestik Normal Kembali

Kompas.com - 29/10/2020, 16:08 WIB
Sunset di Bandara Ngurah Rai Shutterstock/I Gede Arya Wisnu KarsanaSunset di Bandara Ngurah Rai

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah tersebar luas tentang bagaimana pandemi Covid-19 yang menghantam industri penerbangan global tidak terkecuali Indonesia. Dalam upaya mengatasi kesulitan finansial, telah banyak langkah inovatif yang diambil oleh berbagai manajemen dari maskapai penerbangan baik di dalam dan luar negeri.

Garuda Indonesia misalnya, telah mendandani beberapa pesawat terbangnya dengan masker untuk menarik perhatian banyak pihak sekaligus mengundang keingintahuan banyak orang dan berharap selera untuk bepergian dapat meningkat kembali.

Sementara itu Maskapai Penerbangan Singapura telah menyelenggarakan penerbangan statis menggunakan pesawat terbang raksasa super modern Airbus A-380 dalam format restoran yang menyajikan “dinner on board”.

Pokok permasalahan adalah minat untuk bepergian menggunakan pesawat terbang telah jauh berkurang seiring merebaknya virus covid 19 pada awal tahun 2020. Tentu saja berkurangnya minat terbang bagi para "air traveler" berawal dari kekhawatiran akan terpapar Covid-19.

Penjelasan dari pihak maskapai penerbangan tentang kelengkapan kabin dengan sistem aliran udara yang menjamin sirkulasi yang aman terhadap penyebaran virus masih belum mampu meyakinkan para calon penumpang.

Demikian pula penjelasan dari beberapa pihak yang menyatakan bahwa belum ada bukti nyata tentang munculnya klaster Covid-19 dalam operasi penerbangan, tidak pula bisa mendongkrak jumlah peminat penumpang pesawat terbang.

Seiring dengan menyusutnya pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada menurunnya pendapatan, dipastikan juga berpengaruh pada kemampuan orang untuk bepergian menggunakan pesawat terbang yang tiketnya mahal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebenarnya, belakangan ini keinginan untuk bepergian lagi menggunakan sarana angkutan udara terlihat sudah mulai meningkat secara bertahap, akan tetapi masih tetap berada jauh dari apa yang diidamkan oleh Maskapai Penerbangan.

Beberapa faktor yang menjadi alasan adalah ribetnya prosedur tambahan protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh para calon penumpang. Sejalan dengan itu diperoleh kabar bahwa belum adanya keseragaman prosedur tambahan yang harus dilaksanakan pada titik pemberangkatan dan pada kota tujuan. Aturan dan atau regulasi yang diberlakukan pada tiap-tiap daerah belum mengacu kepada pedoman yang standar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMN Sarinah Buka Banyak Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Cara Mendaftarnya

BUMN Sarinah Buka Banyak Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Cara Mendaftarnya

Work Smart
PPKM Level 4 Diperpanjang, Sewa Toko di Mal Bebas Pajak hingga Agustus

PPKM Level 4 Diperpanjang, Sewa Toko di Mal Bebas Pajak hingga Agustus

Whats New
Aturan Terbaru Naik Kereta, Penumpang KA Lokal Tak Wajib Kartu Vaksin

Aturan Terbaru Naik Kereta, Penumpang KA Lokal Tak Wajib Kartu Vaksin

Whats New
Soal Bank Syariah Kejam, Ini Klarifikasi Jusuf Hamka

Soal Bank Syariah Kejam, Ini Klarifikasi Jusuf Hamka

Whats New
Pemerintah Bakal Permudah Impor Oksigen dan Obat di Wilayah Perbatasan

Pemerintah Bakal Permudah Impor Oksigen dan Obat di Wilayah Perbatasan

Whats New
[POPULER MONEY] Keputusan soal PPKM Level 4 | Tanggapan MUI soal Bank Syariah Melakukan Pemerasan

[POPULER MONEY] Keputusan soal PPKM Level 4 | Tanggapan MUI soal Bank Syariah Melakukan Pemerasan

Whats New
PPKM Level 4 Berlanjut, Pemerintah Bakal Tingkatkan Testing di 7 Wilayah Jawa-Bali

PPKM Level 4 Berlanjut, Pemerintah Bakal Tingkatkan Testing di 7 Wilayah Jawa-Bali

Whats New
Simak, Ini Ketentuan Operasional Industri hingga Warteg di Wilayah PPKM Level 3

Simak, Ini Ketentuan Operasional Industri hingga Warteg di Wilayah PPKM Level 3

Whats New
PPKM Level 4 Diperpanjang, Luhut Ancam Sanksi Bagi Pelanggar Aturan

PPKM Level 4 Diperpanjang, Luhut Ancam Sanksi Bagi Pelanggar Aturan

Whats New
Daftar 33 Daerah yang Turun Status Jadi PPKM Level 3

Daftar 33 Daerah yang Turun Status Jadi PPKM Level 3

Whats New
Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Toko di Mal Per Juni-Agustus 2021

Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Toko di Mal Per Juni-Agustus 2021

Whats New
Pernyataan Lengkap Jokowi Soal PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus 2021

Pernyataan Lengkap Jokowi Soal PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus 2021

Whats New
PPKM Level 4 Diperpanjang Sampai 2 Agustus, Ini Aturan Lengkapnya

PPKM Level 4 Diperpanjang Sampai 2 Agustus, Ini Aturan Lengkapnya

Whats New
Simak Aturan Lengkap PPKM Level 4 Jakarta

Simak Aturan Lengkap PPKM Level 4 Jakarta

Whats New
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Daftar Usaha Kecil yang Dapat Pelonggaran

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Daftar Usaha Kecil yang Dapat Pelonggaran

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X