Potensi Wakaf di Indonesia Capai Rp 180 Triliun Per Tahun

Kompas.com - 30/10/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi Indonesia SHUTTERSTOCKIlustrasi Indonesia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia menjadi negara nomor 1 paling dermawan di dunia berdasarkan World Giving Index 2018. Hal ini terlihat dari luas tanah wakaf hingga potensi wakaf di Indonesia.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Tarmizi Tohor mengatakan, luas tanah wakaf di Indonesia mencapai 522.517 meter persegi yang terdiri dari 390.241 titik.

"Baru tanah saja 522.517 meter. Ini sangat luas sekali," kata Tarmizi Tohor dalam diskusi virtual ISEF "Cross Border Waqf on New Normal Era", Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Luhut: Krisis Pangan Global Sudah Mengintai dari Jauh

Tarmizi menuturkan, menurut Badan Badan Wakaf Indonesia, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp 180 triliun per tahunnya.

Ia mengatakan, karena potensinya yang besar, pengelolaan wakaf ini perlu ada standarisasi pengelolaan wakaf secara nasional maupun internasional.

"Sudah sepersekian persen dari APBN dalam negara kita ini," tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tarmizi mengungkap, Indonesia pun memiliki nazir wakaf terbanyak di dunia. Tercatat ada ribuan nazir perorangan dan 248 nazir wakaf uang.

Adapun nazir adalah pihak yang menerima harta maupun benda dari wakif (pemberi wakaf) untuk dikembangkan dan dikelola sesuai peruntukannya.

Jika dirinci, terdapat 66 persen nazir perorangan, 16 persen nazir organisasi, dan 80 persen nazir berbadan hukum.

Baca juga: Dengan 3 Domain Bisnis Digital, Telkom Group Siap Hadapi Persaingan Dunia

"Kemudian wakaf uang dikelola bank, sudah ada 22 bank syariah yang kami tunjuk sebagai LKS PWU (Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang) atau sering disebut wakaf tunai," papar dia.

Lantaran banyak bank-bank syariah yang sudah tergabung menjadi nazir, pihaknya ingin wakaf bisa dilakukan secara digital oleh nasabah.

Wakaf secara digital ini bisa memudahkan nasabah berwakaf tanpa harus datang ke kantor cabang. Dengan begitu, wakif akan semakin gencar berwakaf.

"Bagaimana dari rumah secara online mereka bisa wakaf dan tinggal upload bukti sudah setor wakaf. Ini barangkali ke depan bisa kami kembangkan untuk 22 bank yang sudah kami tunjuk sebagai LKS PWU," pungkasnya.

Baca juga: BI Yakin Wakaf Bisa Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.