Wakil Ketua Komisi VII DPR Dukung Rencana Penghapusan Premium, tetapi...

Kompas.com - 17/11/2020, 13:21 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina PertaminaIlustrasi SPBU Pertamina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana penghapusan BBM jenis Premium tengah ramai dibicarakan, setelah seorang pejabat KLHK menyebutkan, bensin dengan nilai oktan 88 itu akan ditiadakan mulai 1 Januari 2021.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menyambut baik rencana tersebut. Bahkan, ia mendukung penghapusan BBM jenis Premium itu.

"Kami menyambut positif rencana menghapus Premium karena memang perlu ada peningkatan kualitas bahan bakar kita," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Dipungut PPN 10 Persen, Belanja dari Luar Negeri di Zalora hingga Tokopedia Bakal Lebih Mahal

Kendati demikian, jika Premium benar akan dihapus, Eddy memberikan dua catatan kepada pemerintah.

Pertama,  penghapusan BBM jenis Premium tersebut perlu dilaksanakan secara bertahap dan tidak dihilangkan secara sekaligus agar tidak terjadi gejolak sosial.

"Harus ada langkah langkah yang jelas dan terukur untuk mencegah kelangkaan Premium di daerah-daerah tertentu karena hal tersebut bisa menimbulkan keresahan masyarakat," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu, Eddy meminta pemerintah untuk mempertahankan ketersediaan BBM jenis Premium di daerah-daerah tertinggal, terluar dan terdepan atau 3T.

Sebab kata dia, BBM jenis minyak tanah pun masih dipergunakan. Oleh karena itu ucapnya, kebijakan penghapusan Premium perlu dilakukan secara selektif.

Baca juga: Berangsur Pulih, Pertumbuhan Ekonomi Thailand Masih -6,4 Persen di Kuartal III 2020

Lebih lanjut, Eddy mengapresiasi beberapa langkah edukatif Pertamina, seperti pemberian diskon harga BBM jenis Pertalite.

Ia mengatakan, dengan kebijakan diskon tersebut, masyarakat pun sudah berangsur-angsur berpindah dari Premium ke BBM jenis lebih tinggi seperti Pertalite dan Pertamax.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan KLHK MR Karliansyah, mengatakan, dirinya pada Senin (9/11/2020) lalu baru saja bertemu dengan Direktur Operasi Pertamina dan mengatakan per 1 Januari 2021 Pertamina bakal menghilangkan Premium di Jawa, Madura, dan Bali.

"Syukur alhamdulillah Senin lalu saya bertemu Direktur Operasi Pertamina. Beliau menyampaikan per 1 Januari 2021, Premium di Jamali khususnya akan dihilangkan. Kemudian menyusul kota-kota lainnya di Indonesia," ujar Karliansyah dalam sebuah diskusi virtual.

Baca juga: Himbara: Literasi Keuangan Jadi Isu Terbesar Saat Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.