Chatib Basri: Saat Pandemi, Orang Kaya Alihkan Belanja ke Sepeda hingga Tanaman Hias

Kompas.com - 02/12/2020, 20:42 WIB
Sepeda Brompton SHUTTERSTOCKSepeda Brompton

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Chatib Basri mengatakan, sepanjang pandemi terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat berpendapatan tinggi atau kelompok kelas atas.

Kelompok tersebut mengalihkan belanjanya pada kebutuhan hobi, seperti sepeda hingga tanaman hias. Ini seiring dengan terjadinya penurunan mobilitas karena sebagian besar aktivitas dilakukan di rumah.

"Jadi kelompok atas mengubah konsumsinya, mengurangi belanja non-esensial, kemudian mengalihkan ke sepeda, atau membeli tanaman dan ikan hias, karena WFH maka perlu ada aktivitas yang dilakukan," ujar mantan menteri keuangan itu dalam webinar mengenai perekonomian pasca Covid-19, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Edhy Prabowo Belanja Barang Mewah Rp 750 Juta di AS, Bea Masuk Belum Dibayar karena Disita KPK

Chatib yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri menjelaskan, berdasarkan riset yang dilakukan bank pelat merah tersebut, pengeluaran masyarakat untuk kategori hobi meningkat signifikan sepanjang Juni-September 2020.

Padahal pada awal tahun, pengeluaran kategori ini berada di bawah belanja kategori elektronik dan bahan bakar kendaraan (gasolines). Namun kini, belanja kategori hobi berada di atas kedua kategori tersebut.

Sementara belanja untuk kategori barang-barang olahraga memang sedari awal tahun lebih rendah kategori lainnya. Penurun belanja paling tajam di kategori ini terjadi pada April 2020.

Riset Bank Mandiri mencatat belanja untuk barang-barang hobi memiliki porsi 94,8 persen, bahan bakar kendaraan 91,4 persen, barang elektronik 87,2 persen, dan barang-barang olahraga 71,5 persen.

Kendati adanya peralihan belanja, kata Chatib, konsumsi masyarakat kelas atas masih di bawah dari masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas bawah.

Dari kondisi normal atau dengan skala 100 persen, belanja masyarakat kelas bawah turun menjadi 84 persen saat pandemi. Sementara kelas atas dari kondisi normal turun menjadi 70 persen.

Artinya penurunan belanja lebih dalam memang terjadi di masyarakat kelas atas.

"Menariknya adalah yang belanja itu kelompok bawah, yang kaya itu enggak belanja karena dia kurangi konsumsi non-esensialnya," kata Chatib.

Baca juga: Chatib Basri: Masyarakat Kelompok Bawah Paling Banyak Belanja saat Pandemi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

S&P Pertahankan Rating Utang RI, Ini Respons Gubernur Bank Indonesia

S&P Pertahankan Rating Utang RI, Ini Respons Gubernur Bank Indonesia

Whats New
Turun Rp 5.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Terbaru 0,5 Kg hingga 1 Kg

Turun Rp 5.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Terbaru 0,5 Kg hingga 1 Kg

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] 'Ilfeel' saat Kencan Pertama, Lanjut atau Tidak?

[KURASI KOMPASIANA] "Ilfeel" saat Kencan Pertama, Lanjut atau Tidak?

Rilis
PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

Whats New
Mau Tukar Dollar AS? Cek Dulu Kurs Rupiah di 5 Bank

Mau Tukar Dollar AS? Cek Dulu Kurs Rupiah di 5 Bank

Whats New
Cegah Anak Beli Rokok, Visual Rokok di Ritel Modern Akan Dibatasi

Cegah Anak Beli Rokok, Visual Rokok di Ritel Modern Akan Dibatasi

Whats New
IHSG Awal Sesi Merah, Bagaimana Rupiah?

IHSG Awal Sesi Merah, Bagaimana Rupiah?

Whats New
Groundbreaking Ibu Kota Negara Baru, Sri Mulyani Gelontorkan Rp 1,7 Triliun Tahun 2021

Groundbreaking Ibu Kota Negara Baru, Sri Mulyani Gelontorkan Rp 1,7 Triliun Tahun 2021

Whats New
Sri Mulyani Bakal Tagih Dana BLBI ke 22 Obligor, Totalnya Rp 110 Triliun

Sri Mulyani Bakal Tagih Dana BLBI ke 22 Obligor, Totalnya Rp 110 Triliun

Whats New
Bangun RJIT di Denpasar Utara, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani

Bangun RJIT di Denpasar Utara, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani

Rilis
Percepat Digitalisasi di Indonesia, Telkom Resmikan Sumsel Modern Broadband Province

Percepat Digitalisasi di Indonesia, Telkom Resmikan Sumsel Modern Broadband Province

Rilis
Agar THR Tidak Cepat Habis, Simak Tips Atur Keuangan Saat Ramadhan dan Lebaran

Agar THR Tidak Cepat Habis, Simak Tips Atur Keuangan Saat Ramadhan dan Lebaran

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Belanja Ramadhan dan Lebaran Anti Boros, Cek Promo di 6 Marketplace Ini

Belanja Ramadhan dan Lebaran Anti Boros, Cek Promo di 6 Marketplace Ini

Spend Smart
LPS Buka Opsi Bebaskan Premi Penjaminan Perbankan, ini Syaratnya

LPS Buka Opsi Bebaskan Premi Penjaminan Perbankan, ini Syaratnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X