Ini Alasan Erick Thohir Mau Sinergikan BRI, PNM, dan Pegadaian

Kompas.com - 03/12/2020, 14:47 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).
DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat mengatakan akan mensinergikan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Permodalan Nasional Madani (PMN) dan PT Pegadaian.

Hal tersebut dikatakan Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPRI RI, Senin (30/11/2020). Sinergi tersebut dilakukan demi mengembangkan pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Menurut mantan bos Inter Milan itu, saat ini bisnis model PMN dan Pegadaian sangat bagus. Namun, pembiayaan yang diberikan berjangka panjang dan memiliki biaya tinggi.

“Kalau kita lihat sekarang PNM bisnis modelnya sangat bagus. Tapi pendanaannya sangat mahal. Jadi sangat tidak fair kalau kita membantu korporasi besar bunganya 9 persen, tapi PNM harus lebih mahal. Bukan salah PNM-nya, tapi akses dananya mahal,” ujar Erick.

Baca juga: Airlangga Tekankan Pentingnya Energi Terbarukan untuk Perekonomian Nasional

Sedangkan BRI, kata Erick, bisa mendapatkan pendanaan dari luar dengan bunga relatif lebih rendah.

“Karena itu kami mau sinergikan dengan platform yang ada di BRI. Karena PNM pinjam MTN ke luar 9 persen, BRI bisa 3 persen, hemat 6 persen. Nah hal ini lah kenapa mau kami sinergikan dari Pegadaian, PNM yang mungkin nanti Pak Wamen mau jelaskan lebih detil,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erick menginginkan ketiga perusahaan tersebut berfokus untuk memberi pendanaan bagi para pelaku usaha mikro. Sebab, usaha mikro merupakan salah satu tulang punggung perekonomian negara.

Belum diketahui lebih lanjut mengenai mekanisme sinergi ketiga perusahaan tersebut.

Hingga Kamis (3/11/2020) pukul 14.30 WIB, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga belum merespons konfirmasi yang coba dilakukan Kompas.com terkait mekanisme sinergi tersebut.

Baca juga: Mentan Jadi Menteri KP Sementara, Ini yang Akan Dilakukan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.