Akibat Pandemi, Penyaluran BBM Saat Natal dan Tahun Baru di Jateng Diproyeksi Turun 11 Persen

Kompas.com - 14/12/2020, 16:13 WIB
Pertamina memastikan stok dan layanan BBM serta LPG aman jelang Pilkada Serentak dan Nataru KOMPAS.com/RulyPertamina memastikan stok dan layanan BBM serta LPG aman jelang Pilkada Serentak dan Nataru

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) Regional Jawa Tengah memproyeksikan adanya penurunan penyaluran BBM pada Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, akibat masih merebaknya pandemi Covid-19.

Pjs Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Jawa Bagian Tengah, Arya Yusa Dwicandra, mengatakan, penyaluran produk BBM pada periode Nataru tahun ini di wilayah Jawa Tengah diproyeksi mencapai 12.600 kiloliter per hari.

Proyeksi tersebut lebih rendah 11 persen dibanding realisasi penyaluran BBM pada periode Nataru tahun lalu.

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Pertamina Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM dan Elpiji

Meskipun jumlah tersebut lebih rendah dari tahun lalu namun jika dibandingkan rata-rata harian selama pandemi Covid-19 yang berada di angka 11.750 KL maka prediksi BBM jenis bensin Nataru naik sebesar 8 persen.

"Pertamina tetap mengaktifkan Satgas Natal dan Tahun Baru yang telah dimulai semenjak tanggal 7 Desember 2020 kemarin dan akan berakhir pada tanggal 11 Januari 2021," ujar Arya dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Untuk konsumsi produk lainnya seperti BBM jenis solar, Pertamina Jawa Bagian Tengah memprediksi akan terjadi penurunan sebesar 11 persen yaitu dari 5.700 KL menjadi 5.100 KL per hari.

“Penurunan ini diperkirakan akan terjadi mengingat pengguna kendaraan jenis diesel yang didominasi oleh sektor industri akan libur selama natal dan tahun baru,” kata Arya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Aturan Khusus untuk Masyarakat yang Berlibur Saat Natal dan Tahun Baru 2021

Sementara itu, produk elpiji diperkirakan masih sama dengan Satgas di tahun sebelumnya yaitu ada peningkatan sebesar 10 persen untuk elpiji 3kg dan 11 persen untuk elpiji non subsidi.

“Peningkatan tertinggi elpiji kami prediksi akan terjadi di tanggal 22 Desember 2020 jelang Hari Raya Natal dan 29 Desember 2020 jelang tahun baru. Namun, tentunya kami mengimbau kepada konsumen agar menyiapkan stok elpiji di beberapa hari sebelum tanggal tersebut sebagai antisipasi kesediaan stok di pangkalan kami,” ucap Arya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X