Luhut Klaim Kanada Suntik Dana Rp 28 Triliun ke SWF Indonesia

Kompas.com - 18/12/2020, 15:05 WIB
Ilustrasi dollar AS Thinkstock.comIlustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim Indonesia mendapatkan lagi suntikkan dana untuk dikelola pada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) dari Kanada, sebesar 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 28 triliun lebih.

Luhut menuturkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani regulasi yang mengatur LPI tersebut.

Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 73 Tahun 2020 tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi dan PP No. 74 Tahun 2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi.

Baca juga: Luhut ke Jepang Bahas SWF, Mentan Jadi Menteri KP Ad Interim hingga 10 Desember

"Sovereign Wealth Fund kita, kemarin tambah lagi dapat 2 miliar dollar AS dari Kanada. Mereka kasih komitmen. Senin kemarin, Presiden sudah tanda tangan," katanya di Toba, melalui rekaman yang diterima, Jumat (18/12/2020).

Lebih lanjut kata Luhut, SWF Indonesia ditargetkan akan beroperasional mulai pertengahan Januari 2021. Namun, saat ini panitia seleksi masih melakukan perekrutan untuk menduduki jabatan Dewan Pengawas LPI sebanyak tiga orang.

Anggota panitia seleksi tersebut terdiri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua merangkap Anggota, Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo, dan Muhamad Chatib Basri.

"Sekarang SWF ini organisasinya sudah jadi. Tinggal cari manusia awaknya. Karena itu harus cari orang yang independen, orang market. Nah sekarang, head hunter sudah dibuat kemarin, untuk mencari orang tersebut," kata dia.

Baca juga: Luhut ke Jepang Bahas SWF, Mentan Jadi Menteri KP Ad Interim hingga 10 Desember

"Kita berharap organisasi ini akan jadi semua dengan manusianya ya pada bulan Januari pertengahan, tahun depan," harap Luhut.

Sebelumnya, mantan Menko Polhukam ini juga memastikan, Jepang bakal investasi sebesar 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 57 triliun untuk pembentukan Lembaga Pengelola Investasi Indonesia.

Komitmen investasi itu dinyatakan oleh Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Maeda Tadashi saat Luhut melakukan lawatan ke Tokyo, Jepang pada awal Desember 2020.

LPI berfungsi mengelola investasi dan bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan nilai investasi yang dikelola secara jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan secara berkelanjutan.

Melalui PP No. 73 Tahun 2020, LPI memperoleh dukungan modal awal sebesar Rp 15 triliun atau setara dengan sekitar 1 miliar dollar AS. Pemenuhan modal LPI secara bertahap akan dilakukan hingga mencapai Rp 75 triliun atau setara dengan 5 miliar dollar AS di tahun 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X