Bio Farma Segera Olah Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac

Kompas.com - 13/01/2021, 13:05 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan dan fasilitas produksi vaksin milik BUMN PT Bio Farma dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bandung, Selasa (11/8/2020). Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo meninjau kesiapan dan fasilitas produksi vaksin milik BUMN PT Bio Farma dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bio Farma telah menerima 15 juta dosis bahan baku (bulk) vaksin Covid-19 dari Sinovac. Nantinya, bahan baku yang diterima ini diolah menjadi produk akhir berupa vaksin Covid-19 dengan nama Cov2Bio dan Covid-19.

Adapun bahan baku ini akan diolah di fasilitas fill and finish yang berada di Bio Farma. Namun, sebelum bahan baku ini diolah, tetap akan dilakukan serangkaian quality control, baik yang dilakukan oleh Bio Farma maupun oleh Badan POM.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahan baku yang dikirim dari Sinovac ini masih terjaga kualitasnya dan sesuai dengan standar yang berlaku sehingga bisa diteruskan menjadi produk jadi.

Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, kedatangan vaksin Coivd-19 dari Sinovac pada tanggal 12 Januari 2021 ini memiliki bentuk yang berbeda dengan kedatangan sebelumnya pada akhir Desember lalu. Sebab, sebelumnya vaksin yang datang pada Desember 2020 dalam bentuk produk jadi siap pakai dosis tunggal.

“Bentuk vaksin Covid-19 yang diterima oleh Bio Farma pada hari ini masih dalam bentuk bulk, untuk selanjutnya akan diolah di fasilitas fill and finish milik Bio Farma untuk menjadi finish product kemasan multidose 10 dosis per vial untuk penggunaan 10 penerima vaksin,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Bio Farma Mampu Produksi Vaksin Covid-19 Hingga 250 Juta Dosis per Tahun

Bambang melanjutkan, pembelian bahan baku ini merupakan bagian dari kerja sama alih teknologi dari Sinovac ke Bio Farma, terutama dalam hal fill and finish product Covid-19 dan juga proses quality control.

Sebelumnya, vaksin jadi Covid-19 dengan nama CoronaVac asal Sinovac telah mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 11 Januari 2021.

Lalu, pada 8 Januari 2021, dalam sidang Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga telah diputuskan bahwa baik vaksin CoronaVac maupun produk fill and finish Covid-19 yang dikerjakan di Bio Farma dengan nama Cov2Bio berstatus suci dan halal.

Ketetapan itu dituangkan dalam Fatwa Nomor 02 Tahun 2021 tentang Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) pada tanggal 11 Januari 2021.

Baca juga: Menkes: Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Umum Paling Cepat Diberikan Akhir April 2021



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X