Anggaran Bansos 2020 Tak Terealisasi 100 Persen, Risma: Kendalanya Data Tidak Lengkap

Kompas.com - 13/01/2021, 20:54 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2020. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaMenteri Sosial Tri Rismaharini bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2020. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Tri Risma Harini melaporkan relaisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) pada tahun 2020 sebesar 97,09 persen.

Mantan Walikota Surabaya itu menjelaskan salah satu penyebab serapan anggaran bansos yang tidak mencapai 100 persen yakni data penerima yang tidak lengkap dan tidak valid.

Selain itu kerap kali data penerima juga tidak sesuai dengan yang didaftarkan dalam e-wallet atau dompet digital yang didaftarkan sebagai penerima bansos.

"Sekarang menjadi konsentrasi saya dengan daerah untuk melengkapi karena tidak terkineksinya dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan). Sekarang ini menjadi PR kami," jelas Risma ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Bansos Tunai Akan Diantar Langsung untuk Penerima Lansia, Sakit Berat, dan Disabilitas

Secara keseluruhan, tahun lalu pemerintah mengalokasikan anggaran untuk bantuan sosial sebesar Rp 127 triliun, namun yang terealisasi sebesar Rp 123 triliun.

Untuk program bansos sembako Jabodetabek, realisasinya sebesar 99,91 persen, bansos tunai terealisasi sebesar 98 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk program bansos tunai non Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 99,9 persen, untuk PKH terealisasi 99,92 persen, bansos berupa beras teralisasi 100 persen, dan program sembako terealisasi 92,92 persen.

Untuk bansos tunai, menurut Risma salah satu kendalanya yakni kondisi geografis menyebabkan penyaluran di beberapa wilayah penyaluran menjadi lebih sulit.

"Jadi ada beberapa kondisi geografis yang sulit di beberapa wilayah penyaluran," ujar Risma.

Sementara bansos beras bagi keluarga penerima manfaat (KPM) PKH, kendala penyaluran adalah cuaca ekstrem.

"Kemudian berikutnya adalah masih adanya KPM yang non eligible, tadi saya sampaikan di antaranya adanya evaluasi yang tahun 2017 itu adanya peraturan yang dibuat, karena usianya dinaikkan dan sebagainya, sehingga ada perubahan alami," jelas Risma.

Baca juga: Bank Mandiri Siapkan Kartu Khusus Penerima Bansos Atensi Kemensos

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.