Pengusaha Minta Penyelundup Rokok Ilegal Ditindak Tegas

Kompas.com - 18/01/2021, 21:57 WIB
Ilustrasi rokok ShutterstockIlustrasi rokok

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) meminta pelaku penyelundup rokok ilegal ditindak tegas. Sebab, dengab beredarnya rokok ilegal di pasaran dapat merugikan banyak pihak.

Ketua Gapero Surabaya Sulami Bahar berharap pemerintah dapat terus melanjutkan upaya penindakan tegas kepada para pelaku demi masa depan industri rokok nasional.

“Danpak dari rokok ilegal ini merugikan banyak pihak, ada masyarakat yang terancam dengan efek buruk rokok ilegal, serta kami para pelaku industri dan petani yang mengalami ketidakadilan persaingan di pasar,” ujar Sulami dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Bea Cukai Tangkap Mafia Rokok Ilegal, Begini Kronologinya

Sulami berharap tercipta sinergi yang semakin baik dari seluruh jajaran penegak hukum baik Bea Cukai, Polri dan TNI dalam memberantas peredaran rokok ilegal.

“Peredaran rokok ilegal di Indonesia selama ini sudah sangat mengakar, sehingga perlu penanganan yang masif dan sistematis dalam menyelesaikan masalah ini,” kata dia.

Dalam kesempatan ini Sulami juga mengapresiasi langkah Satuan Tugas (Satgas) patroli laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan yang berhasil menggagalkan penyelundupan rokok ilegal di perairan Pulau Buluh, Riau.

Aksi yang sempat melibatkan perlawanan dan kekerasan dari sejumlah oknum pemasok rokok ilegal ini ditaksir dapat merugikan negara sebesar Rp 7,6 miliar apabila berhasil dilakukan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X