Vaksinasi Covid-19, Sri Mulyani Minta Pemda Tak Hanya Andalkan Pusat

Kompas.com - 19/01/2021, 16:33 WIB
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19. DPA/ILIYA PITALEV via DW INDONESIAIlustrasi penyuntikan vaksin Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong  pemerintah daerah (pemda) turut serta dalam program vaksinasi virus corona (Covid-19).

Bendahara Negara itu mengatakan, bila pemerintah pusat bertanggung jawab atas penyediaan obat, vaksin, peralatan kesehatan, hingga suplemen kesehatan, maka pemerintah daerah dengan Anggaraan Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) perlu berupaya dalam hal proses distribusi vaksin di lapangan.

"Jadi prinsipnya adalah pemerintah pusat dalam hal ini menangani untuk urusan bidang kesehatan akibat pandemi, kita tetap meminta, jangan sampai pemda mengandalkan total keseluruhan effort dan resources dari pusat," ujar Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Pengusaha Tawarkan Mal Jadi Tempat Vaksinasi

"Namun bersama-sama dengan pemerintah pusat karena ini akan pasti jauh lebih baik dampaknya dan hasilnya," tambah dia.

Pihaknya pun menjabarkan, pemerintah tahun 2020 telah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp 637 miliar untuk pengadaan vaksin.

Sementara untuk tahun 2021 ini, program pengadaan vaksin diperkirakan bakal memakan anggaran Rp 73 triliun hingga Rp 74 triliun.

"Oleh karena anggaran yang sangat besar, meskipun kita telah mengalokasikan untuk APBN 2021, kita jelas meminta daerah untuk turut serta di dalam menangani program vaksinasi, termasuk dalam APBDnya," ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, keterlibatan pemda dalam proses distribusi vaksin juga diatur dalam UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Beleid tersebut menjelaskan, penyediaan obat vaksin dan alat kesehatan dan suplemen kesehatan program nasional menjadi kewenangan pemerintah pusat, sementara dukungan pemerintah daerah adalah menyukseskan program vaksinasi melalui distribusi dan penanganan vaksin di setiap provinsi dan Puskesmas serta operasionalisasi vaksin di lapangan.

Baca juga: Ini Timeline Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X